Wabup Atika Ajak Umat Kristiani Perkuat Persatuan di Momentum Natal
Bukitmalintang, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan peringatan mengenai ancaman disintegrasi yang kerap muncul di jagat maya. Atika menyampaikan ihwal ini saat menghadiri perayaan Oikumene di halaman HKI Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukitmalintang, Senin (29/12/2025) malam.
Dalam arahannya, Atika menyoroti banyaknya upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba merongrong persatuan warga negara melalui berbagai platform media sosial. Menurut dia, kerukunan antar-umat beragama di Kabupaten Madina tidak boleh goyah oleh narasi-narasi negatif yang memecah belah.
“Kami harapkan kerukunan bapak-ibu bisa dijaga. Saat ini banyak yang mencoba merongrong persatuan kita, termasuk melalui media sosial. Jadikan momentum hari besar keagamaan ini untuk mempererat kembali tali persaudaraan kita,” tegas Atika di hadapan ratusan jemaat yang hadir.
Wabup perempuan termuda ini juga mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Madina serius dalam menjamin keamanan beribadah. Atika bersama Bupati Madina H. Saipullah Nasution terus memantau pelaksanaan ibadah melalui para camat di seluruh wilayah Madina.
“Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga negara merasa aman dalam menjalankan keyakinannya. Kerukunan ini adalah aset terbesar kita dalam membangun daerah,” tambahnya.
Kehadiran Wabup Atika beserta rombongan pejabat OPD seperti Asisten Administrasi Umum Lismulyadi Nasution dan para kepala dinas, mendapat apresiasi tinggi dari kalangan penatua gereja.
Penatua Gereja, Resi Purba, menyatakan kehadiran pemimpin daerah di tengah keberagaman adalah bukti nyata dari toleransi yang terjaga.
“Kehadiran Ibu Wakil adalah bukti bahwa kita saling mengasihi dalam keberagaman. Kami sangat bersyukur meskipun berbeda keyakinan, Ibu tetap meluangkan waktu hadir di sini,” pungkasnya.
Meski perayaan kali ini sedikit kurang ramai dibandingkan tahun lalu akibat faktor cuaca ekstrem dan risiko longsor yang menghambat kepulangan para perantau, acara tetap berlangsung khidmat dan penuh rasa persaudaraan sebagai simbol perlawanan terhadap upaya adu domba di masyarakat.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.