menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Warga Harapkan Perbaikan Jalan Tambangan – Panjaringan

Ade | 30 Agustus 2016

sad

START NEWS : Warga ke 7 desa seberang Batang Gadis di Kec. Tambangan mengharapkan jalan Tambangan- Panjaringan sepanjang 10 Km diperbaiki pemerintah. Pasalnya kondisi jalan tersebut saat ini rusak parah.

Ke 7 desa itu adalah Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao rao Dolok, Rao rao Lombang, Panjaringan dan Simangambat.

Mantan Kepala Desa Tambangan Tonga, Husin Lubis yang di hubungi, Selasa (30/8) mengatakan, kerusakan jalan ini sudah cukup lama, namun tidak pernah di Perbaiki Pemerintah.

“Kalau tidak salah terakhir di bangun tahun 2004 lalu. Kondisinya saat ini sudah rusak parah, badan jalan sudah hancur dan menjadi genangan air. Kita berharap atas nama tokoh masyarakat agar Pemkab Madina segera memperbaikinya,” ujar Husin.

Sedangkan Kepala Desa Panjaringan, Parlaungan  mengatakan, kerusakan jalan ini sudah cukup parah. Batu batu sudah berserakan di badan jalan. Paling menyedihkan bagi mereka yang tiap hari melalui jalan ini, selain jarak tempuh semakin lama juga biaya ongkos  yang dikeluarkan semakin banyak.

“Permohonan perbaikan jalan ini sudah sering kita lakukan, baik melalui reses maupun musrembang, namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” ujar Parlagutan.

Ditambahkan, pihaknya juga berharap ada dukungan dari anggota DPRD, utamanya anggota DPRD dari dapem 2 untuk ikut menggiring percepatan perbaikan jalan ini.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Adnin : Musly Joss Nasution

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play