378,6 Ha Tanaman Padi Puso Akibat Banjir di Siabu dan Malintang

Pasir dan lumpur yang dibawa arus banjir di Kecamatan Siabu dan Malintang , membuat ratusan hektar lahan pertanian Puso.

Panyabungan.StArtNews– Seluas 378,6 hektare sawah warga di Kecamatan Siabu dan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, puso akibat Banjir pada Selasa lewat. Jumlah itu tersebar di delapan desa dari 23 desa yang mengalami kebanjiran.

Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan, seluas 596,5 hektar sawah terendam. luas sawah yang terendam itu ada di Kecamatan Siabu seluas 595,2 hektare dan di Kecamatan Bukit Malintang 1,3 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Ir. Taufik Zulhendra, MM, pada StArtNews Kamis (24/10) mengatakan, selain sawah, ada tanaman petani cabai yang juga puso akibat terendam banjir. Ada sekitar 21 hektare kebun cabai warga yang puso dari 24 Hektar yang terendam, hanya 2,4 hektare saja yang masih terselamatkan.

Terkait lahan persawahan warga yang terendam, yang terparah dialami Desa Simangambat ada 174,1 hektare sawah warga terendam banjir, sementara sawah yang puso terparah dialami Desa Huraba I seluas 133 hektare dan Desa Bonan Dolok seluas 112 hektare.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian bahwa, kondisi ini diakibatkan Banjir yang terjadi pada 22 Oktober lewat akibat luapan sejumlah sungai.

“Data ini sifatnya belum final, karena masih ada sejumlah sawah yang belum didata karena faktor lokasi. Saat ini tim masih melakukan pendataan susulan,” kata Taufik.

Data ini jelas Kadis Pertanian sudah dilaporkan kepada Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan, dan Dinas Pertanian Provinsi.

Pantauan StAetNews, banjir pada 22 Oktober lewat memang meluluhlantakkan areal persawahan warga. Lumpur bercampur pasir yang terbawa arus banjir menimbun tanaman padi petani sehingga membuat kondisi tanaman itu tidak terselamatkan.

Tim Redaksi StArtNews

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi