menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

65 Grup Ikuti Cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional ke 27

Ade | 8 Oktober 2018

Medan, StArtNews- Sebanyak 65 grup golongan putra putri cabang Syarhil Qur’an akan bersaing selama lima hari, 7 sampai 11 Oktober dalam MTQ Nasional ke 27 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Sutomo. Dimana masing-masing grup dibagi dalam dua sesi dengan mengungkapkan isi kandungan Al Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi atau terjemah, dan uraian menunjukkan kesatuan yang serasi.

Untuk hari pertama lomba cabang syarhil quran diikuti 16 grup terdiri dari masing-masing tiga orang peserta yang dibagi grup nomor ganjil peserta puteri-puteri dan nomor genap peserta putera-putera. Dimana grup pada sesi pertama berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Jawa Barat, Gorontalo, dan Kalimantan Timur.

Sedangkan grup pada sesi kedua berasal dari Provinsi DKI Jakarta, Bengkulu, Kalimantan Utara, Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Provinsi Papua Barat.

Salah seorang peserta grup nomor 02 Provinsi Sumatera Barat, Bima Prasetya menyatakan, grup nya dalam lomba cabang Syarhil Quran membawakan materi tentang zakat. Dimana ketiga peserta dalam satu grup memiliki tugas masing-masing yakni sebagai penerjemah, membacakan ayat/hadist terkait isi materi dan penerjemah pada ayat tersebut.

“Masing-masing peserta diberi waktu 15 hingga 20 menit membawakan materi. Tadi kami selesai pada 19 menit dengan membawa materi zakat yakni menekankan pentingnya zakat untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia,” ucap mahasiswa Universitas Pandjajaran ini.

Sementara peserta grup nomor urut 08 dari Provinsi Kalimantan Barat, Awan, menyatakan optimisnya bisa mendapatkan penilaian yang bagus sesuai harapan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat. “Tapi begitupun kami siap jika memang nantinya belum jadi juara karena inti dari perlombaan ini adalah dakwah menyiarkan ajaran agama Islam. Untuk hasilnya kami serahkan pada Allah SWT,” katanya yang sudah membawakan materi peran keluarga dalam membantuk karakter anak.

Telah menjadi peserta untuk ketiga kalinya dalam MTQ nasional, Awan bersama Ricki dan Panji memuji sambutan dan pelayanan yang baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumatera Utara (Sumut) untuk para kafilah. “Pelayanan baik dan kedatangan kami disambut luar biasa. Kota Medan juga kota yang bersih dan indah, jadi buat kami betah di sini,” tuturnya.

Sementara penilaian skor peserta pada sesi pertama yakni untuk peserta 01 memperoleh skor 83,67, peserta 02 skor 83,17, peseeta 03 skor 81,33, Peserta 04 skor 78,67, peserta 05 skor 83,33, peserta 06 skor 87,5, peserta 07 skor 83,17 dan peserta 08 dengan skor 82,16.

Reporter : Zein Nasution

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play