menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Warga Berharap Listrik Tidak Padam Saat Ramadan

Roy Adam | 22 April 2020

Foto: Kantor PLN ULP Kotanopan.

Kotanopan, StArtnews-Warga 7 Kecamatan di Mandailing Julu, Kab. Mandailing Natal mulai dari Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Puncak Sorik Marapi, Tambangan, Kotanopan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi dan Pakantan mengharapkan agar listrik tidak padam saat bulan Ramadan.

Sebab, menurut mereka padamnya listrik saat Ramadan sangat menganggu pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah lainnya yang terdapat di bulan Ramadan.  Terutama di waktu waktu saat berbuka, shalat Tarawih dan sahur.

Harapan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Mandailing Julu, Syahruddin Lubis, Rabu (22/4) di Kotanopan.

“Kita berharap di waktu waktu tertentu, misalnya saat berbuka puasa, salat Tarawih dan sahur listrik jangan padam”, ujar Syahruddin Lubis.

Dikatakannya, selama ini kondisi listrik di kawasan Mandailing Julu, khususnya di Kecamatan Kotanopan hampir setiap hari listrik padam dengan durasi 1-15 menit. Bagaimanapun kondisi cuaca, listrik di daerah Kotanopan biasanya padam minimal sekali dalam satu hari.

Selain mengganggu aktivitas ibadah, juga menyebabkan alat-alat rumah tangga rusak. Maka dari itu masyarakat meminta agar PLN peka terhadap aspirasi ini.

Sedangkan Manejer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kotanopan; Muhammad Iqbal Rangkuti didampingi Suvervisi Tekhnik; Nurcahyo Adi Prabowo yang komfirmasi mengatakan untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik pada bulan Ramadan, pihaknya mulai beberapa hari yang lalu sudah melaksanakan pemeliharaan dan perawatan berupa pemangkasan dan perintisan terhadap pohon yang dianggap menganggu jalur listrik.

Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyebab seringnya listrik padam di kawasan Kotanopan dan sekitarnya akibat pohon, binatang dan cuaca yang ekstrem.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan jumlah personel untuk pemeliharaan. Bahkan mengajak warga setempat untuk melakukan gotong royong membersikan ranting kayu yang dianggap mengganggu aliran listrik, seperti di daerah Kayu Laut dan Simpang Duhu Dolok.

PULP Kotanopan juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah desa berupa izin penebangan phon yang berpotensi menganggu.
Iqbal menegaskan penyebab utama seringnya mati lampu di wilayah Kotanopan karena kondisi alam dan cuaca  yang ekstrem. Hampir setiap hari datang hujan di kawasan ini yang berpotensi menyebabkan kayu tumbang dan longsor.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Roy Adam

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play