menu Home chevron_right
Berita Madina

Pemkab Madina Kaji Program Sekolah Lima Hari dan Usulkan Pembangunan Sekolah Unggulan

Redaksi | 4 Juli 2025

Medan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan mengkaji secara utuh kemungkinan menerapkan sekolah lima hari untuk tingkat SD dan SMP sebagaimana yang berlaku di tingkat SMA yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Pemkab Madina juga mengusulkan pembangunan sekolah unggulan.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan Madina Ridwan Efendy Daulay menyampaikan hal itu usai mengikuti Forum Grup Discussion (FDG) Penerapan Lima Hari Sekolah di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (3/7/2025).

Saipullah bersama sejumlah kepala daerah menghadiri pembukaan diskusi program prioritas Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution. FGD dibuka oleh orang nomor satu di jajaran Pemprovsu.

“Ini, kan, masih akan dimulai untuk tahun ajaran 2025-2026. Kami ingin mengkaji lebih dalam serta melihat hasilnya, baru kemudian membuka kemungkinan untuk diterapkan di Mandailing Natal,” kata Ridwan.

Meski baru diimplementasikan di tingkat SMA, Pemkab Madina akan mendukung program tersebut. “Kami pasti mendukung, karena kami melihat adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pihak sekolah, orangtua, dan anak,” katanya.

Sementara Gubersnur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam arahannya menjelaskan program sekolah lima hari bertujuan menguatkan peran orangtua dalam membangun karakter anak. Dia pun mewanti-wanti agar tidak ada orangtua yang memasukkan anaknya bimbel atau les pada hari Sabtu. “Ini harus diawasi dan dikontrol Dinas Pendidikan,” katanya.

Bobby juga yakin program ini dapat meningkatkan rata-rata lama pendidikan anak di Sumut yang sekarang masih di kisaran angka 10,5 tahun. “Harapan kami FGD ini dapat menghasilkan keputusan yang baik,” katanya.

Di sisi lain, Bobby berencana membangun satu sekolah unggulan setiap tahun. Untuk tahun pertama, dia memilih Kepulauan Nias.

Bobby menambahkan sudah ada empat daerah lain yang mengajukan pembangunan sekolah unggulan, salah satunya Pemkab Madina. “Target kami terbangun lima sekolah unggulan, kalau tidak tercapai minimal tiga,” tuturnya.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play