menu Home chevron_right
Berita Sumut

Gubernur Sumut Tampung Aspirasi Serikat Pekerja dan Bahas Kesejahteraan Buruh

Redaksi | 29 Agustus 2025

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menampung aspirasi dari sejumlah serikat pekerja di Sumut dan membahas kesejahteraan para pekerja. Di antaranya tentang kenaikan upah, rumah layak huni, pasar murah, keselamatan kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga penerapan outsourching.

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (28/8/2025). Sejumlah serikat pekerja yang hadir, di antaranya Serikat Pekerja Nasional Sumatera Utara, Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sumatera Utara, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Sumut, KSPSI AGN Sumut, Serikat Pekerja Metal Indonesia, SBBI Sumut, SBMI Sumut, dan GSBI Sumut.

Menanggapi aspirasi para perwakilan serikat pekerja tersebut, Bobby mengucapkan terima kasih serta mengajak serikat pekerja untuk berkolaborasi membangun Sumut. Mengenai kenaikan upah 8,5 persen sampai 10,5 persen untuk tahun 2026, Bobby mengatakan kenaikan upah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

“Aspirasi yang disampaikan tadi masih sangat wajar. Karena memang masalah pengupahan, semua ingin yang terbaik dari sisi masing-masing. Namun, kita semua harus bisa melihat dari sisi kita sendiri dan lihat dari sisi orang lain, daerah, negara, yang juga harus kita pertimbangkan,” kata Bobby.

Sementara untuk rumah layak huni, Bobby mendukung para pekerja mendapatkan kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi yang diprogramkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kuota KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 15.000 unit untuk Sumut.

“Saya sudah berkomunikasi dengan REI untuk pembangunan rumah subsidi di Sumut. Kemampuan REI untuk membangun 27.000 unit. Dari sisi lahan dan pembiayaan sudah ready. Kalau buruh mau ngambil 10.000, wah senang sekali,” kata Bobby.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, kata dia, akan memberikan insentif berupa biaya di awal. Seperti biaya notaris, propisi, BPHTB yang pembiayaannya melalui Bank Sumut atau BRI. Untuk para buruh, lokasinya direncanakan dibangun di dekat kawasan industri.

Terkait masalah PHK, Bobby pun menyampaikan ide agar para serikat pekerja berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mendata berapa jumlah pekerja yang saat ini mengalami PHK. Dia mengusulkan para pekerja yang di-PHK bergabung ke dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab, Sumut menargetkan akan membangun 1.792 SPPG. “Ini untuk mendukung program nasional makan bergizi gratis,” ujarnya.

Mendengar jawaban orang nomor satu di Pemprov Sumut itu, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Sumatera Utara Anggiat Pasaribu mengatakan, untuk membangun Sumut diperlukan komunikasi. Dia berharap komunikasi yang intensif dapat menghasilkan hal yang baik.

Serikat buruh siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan perbaikan perburuhan di Sumut. “Kami mendukung sepenuhnya program Gubernur Sumut untuk kemajuan Provinsi Sumut, juga mendukung program Bapak Presiden untuk Indonesia lebih maju,” katanya.

Reporter: Rls 

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play