Sosok AKBP Yasir yang Jadi Saksi Sidang Kasus Suap Proyek Jalan di Sumut
Medan, StartNews – AKBP Yasir Ahmadi menghadiri sidang kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/10/2025) lalu. Lantas, seperti apa sosok mantan Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) ini?
Yasir menghadiri sidang tersebut sebagai saksi. Yasir hadir memberikan kesaksian bersama empat saksi lainnya.
Selama menjabat Kapolres Tapsel, Yasir dikenal dekat dengan masyarakat, khususnya para ulama. Sebagai putera daerah asli Tapanuli bagian selatan (Tabagsel), Yasir dikenal kerap menjadikan sedekah sebagai gaya hidupnya.
Sewaktu menjabat, Yasir pernah menjalankan program Sedekah Keliling Ramadan dengan menyantuni warga pra-sejahtera di Tapsel dan Paluta.

Tak hanya itu, dia juga dikenal tegas dalam memberantas peredaran narkoba. Lewat jargon ‘jihad melawan narkoba’ sewaktu menjabat Kapolres, Yasir dan jajaran sukses memberantas peredaran narkoba.
Puncaknya, dia bersama jajaran sukses menggagalkan peredaran 3 kilogram sabu di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) pada Juni 2025.
Sebagai putera ulama yang juga mantan Ketua MUI Padangsidimpuan, Yasir punya mimpi besar untuk memajukan kampung halamannya, termasuk mengatasi persoalan sosial di Kabupaten Tapsel dan Paluta.
BACA JUGA: – AKBP Yasir Ahmadi Menangis Saat Jadi Saksi di Persidangan Kirun dan Rayhan
Wujud nyata mimpi itu terlihat dengan ketulusannya mendukung pembangunan Jalan Lintas Sipiongot-Batas Labuhan Batu Selatan, yang sejak Indonesia merdeka belum tersentuh pembangunan.
Namun, mimpi dan niat baik itu harus terkubur saat dia ikut diseret-seret dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan yang menelan biaya Rp96 miliar tersebut. Di hadapan majelis hakim, Yasir secara tegas membantah dirinya terlibat.
“Saya hadir karena dipanggil sebagai saksi, bukan karena terlibat. Saya menghormati proses hukum ini dan mendukung penuh upaya KPK dalam membongkar kasus dugaan korupsi ini,” tegasnya di hadapan majelis hakim.

Dia mengatakan dirinya maupun institusi Polres Tapsel tidak pernah memiliki kaitan dengan proyek jalan tersebut. Sebagai insan Bhayangkara, kata dia, salah satu tugasnya menjaga Kamtibmas, bukan mengurus proyek pemerintah.
“Justru kami mendukung pemberantasan korupsi agar uang rakyat tidak dikorupsi untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan lima saksi, termasuk Yasir Ahmadi. Namanya muncul dalam konteks pertemuan kontraktor Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun dengan Kadis PUPR Sumut Topan Ginting.
Akan tetapi, Yasir menjelaskan pertemuan itu murni terkait izin galian C, bukan pembahasan proyek jalan. Kehadirannya di kunjungan lapangan ke Sipirok pun ditegaskan hanya dalam kapasitas sebagai pengawalan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Suara Warga Tapsel dan Paluta
Sejumlah warga Tapsel dan Paluta turut menyampaikan pandangannya terkait kabar yang menyeret nama Yasir Ahmadi. Mereka mengimbau agar masyarakat tidak tergesa-gesa mempercayai informasi yang belum tentu benar.
“Pak Yasir itu orang baik, sangat peduli dengan masyarakat. Buktinya, sewaktu beliau menjabat, ia menginisiasi pembangunan sumur bor di Desa Pal XI, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel. Puluhan tahun sebelum ada sumur bor itu, warga mengalami krisis air bersih, bahkan lebih mahal dari emas. Berkat hadirnya Pak Yasir, mimpi masyarakat Pal XI memiliki akses air bersih kini jadi kenyataan,” kata salah satu warga Angkola Timur.
Sosok Yasir yang selalu turun langsung membantu, membuat warga meminta agar jangan mudah termakan informasi yang belum tentu kebenarannya. Menurut warga, pengabdian Yasir tidak bisa dihapus hanya karena namanya ikut diseret dalam persidangan. “Kita harus ingat, beliau sudah banyak berbuat,” katanya.
Tak lekang dari ingatan, dalam program ‘Kapolres Jelajah Huta’, Yasir bersama jajaran menjelajahi kampung-kampung hingga ke pelosok Tapsel dan Paluta untuk menampung dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Tidak hanya soal Kamtibmas, persoalan sosial juga tak luput dari perhatiannya.
“Masyarakat sebaiknya jernih melihat situasi. Pengabdian dan kebaikan Pak Yasir jangan sampai dilupakan hanya karena berbagai informasi yang belum tentu terbukti. Kita percayakan proses hukum kepada KPK dan pengadilan. Kami yakin, Pak Yasir tidak bersalah,” katanya.
Reporter: Lily Lubis

Comments
This post currently has no comments.