menu Home chevron_right
Berita Madina

VIDEO: Penampakan Pedagang Pasar Kuliling Ricuh dengan Satpol PP Pagi Tadi

Redaksi | 7 Oktober 2025

Panyabungan, StartNews – Penertiban pedagang kaki lima di Pasar Kuliling, Kelurahan Panyabungan I, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembal ricuh pada Selasa (7/10/2025) pagi. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Madina tampak terlibat saling dorong dengan para pedagang di lokasi Pasar Lama.

Saat hendak ditertibkan, sejumlah pedagang berteriak menolak pindah ke lokasi baru di Pasar Tapanuli, Kelurahan Kayujati. Beberapa pedagang meneriakkan alasan mereka enggan pindah. “Polisi isi… Polisi isi (polisi disitu),” kata beberapa pedagang.

Tidak jelas maksud para pedagang bverteriak seperti itu. Namun, patut diduga teriakan pedagang itu merujuk pada pos polisi lalu lintas di seberang jalan akses masuk Pasar Tapanuli.

Ricuh pedagang dengan anggota Satpol PP tidak berlangsung lama. Situasi dapat terkendali tidak ada korban luka di kedua belah pihak.

Senin (6/10/2025) kemarin, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution berusaha membujuk para pedagang yang menggelar lapak di Pasar Kuliling, Kelurahan Panyabungan I, agar mau pindah ke Pasar Tapanuli, Kelurahan Kayujati, Panyabungan. Namun, pedagang mengaku enggan pindah, karena pembeli sepi di lokasi yang baru.

Kedatangan wakil bupati kali ini sebagai tindak lanjut atas pertemuan dua pekan lalu. Saat itu, pemerintah bersama DPRD, tokoh masyarakat, dan para pedagang berdiskusi. Hasilnya, disepakati pedagang pindah ke Pasar Tapanuli tanpa beban sewa sampai Desember 2025.

“Waktu itu masyarakat sudah mau pindah, ternyata secara tindak lanjut belum di lapangan. Nah, ini yang kami lakukan, pendekatan persuasif,” katanya.

Atika menjelaskan, secara aturan pemerintah bisa mengambil langkah penertiban yang lebih tegas, tapi Pemkab Madina tidak mengambil hal tersebut karena tidak ingin berbenturan dengan masyarakat.

“Kalau dari tata ruang, kan, sudah jelas menyalahi. Kalau kami masuk dari tata ruang sudah menyalahi. Cuma kan ini masalah perut, masalah ekonomi masyarakat. Kami tidak ingin bertentangan dengan rakyat,” katanya.

Untuk itu, wakil bupati kembali mengimbau pedagang sayur, ikan, dan sejenisnya agar segera pindah ke Pasar Tapanuli di Kelurahan Kayujati.

“Kami juga meminta masukan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, khusus pemerintah kelurahan di sini juga berdiskusi bagaimana solusi-solusi yang harus kita pecahkan bersama masalah ini,” ungkapnya.

Atika tidak menampik masih ada kekurangan fasilitas di Pasar Tapanuli. Namun, hal itu semestinya tidak menjadi kendala dalam pemindahan dan pemfungsian pasar tersebut. Sebab, bangunan itu bersumber dari uang rakyat.

“Memang untuk saat ini karena pasar itu masih baru, masih ada satu, dua, tiga kekurangan yang harus dibenahi. Namun, bukan berarti perpindahan ini harus kita tunda, bukan berarti pemfungsian itu harus kita tunda,” pungkasnya.

Dalam peninjauan ini, wakil bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muktar Afandi Lubis, Kepala Satpol PP dan Damkar Yuri Andri, Kalaksana BPBD Mukhsin Nasution, Kepala Diskominfo Azhar Paras Muda Hasibuan, Kepala DLH Khairul, dan sejumlah personel Satpol PP.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play