menu Home chevron_right
Tahukah Anda

TAHUKAH ANDA, KECEPATAN INTERNET TERCEPAT ADA DI BAWAH LAUT

Redaksi | 11 Desember 2025

Tahukah Anda- Meskipun banyak yang mengira sinyal internet dikirim melalui satelit, sebagian besar lalu lintas internet global (sekitar 99%) disalurkan melalui kabel bawah laut raksasa yang membentang di dasar samudra. Kabel-kabel serat optik ini memungkinkan kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat dan andal dibandingkan koneksi nirkabel jarak jauh.

Meskipun teknologi nirkabel (seperti Wi-Fi dan 5G) mendominasi kehidupan sehari-hari kita, fakta mengejutkan adalah bahwa fondasi internet global—tempat data bergerak dengan kecepatan tertinggi—berada ribuan kilometer di dasar samudra.

Lebih dari 99% komunikasi data internasional disalurkan melalui jaringan masif yang dikenal sebagai Kabel Bawah Laut Serat Optik (Submarine Fiber Optic Cables).

🚀 Mengapa Kabel Bawah Laut Mengalahkan Satelit?

Banyak orang berasumsi bahwa satelit adalah cara tercepat untuk mentransfer data jarak jauh. Namun, untuk volume data besar dan kecepatan tinggi yang dibutuhkan dunia modern, kabel bawah laut jauh lebih unggul karena dua alasan utama: Kecepatan dan Latensi.

  1. Kecepatan (Kapasitas Transfer)

Kabel serat optik mengirimkan data menggunakan cahaya. Sinyal data (foton) bergerak sangat dekat dengan kecepatan cahaya di dalam serat kaca tipis.

  • Kabel Bawah Laut: Kabel modern memiliki ribuan serat optik di dalamnya. Masing-masing serat ini dapat membawa data dengan kapasitas terabit per detik ($Tb/s$).
  • Satelit: Sinyal harus menempuh jarak yang sangat jauh (sekitar 35.786 km ke orbit geostasioner dan kembali lagi), dan kapasitas bandwidth-nya terbagi untuk area yang luas.
  1. Latensi (Waktu Tunda)

Latensi adalah waktu yang dibutuhkan paket data untuk melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain. Ini adalah faktor krusial untuk kegiatan seperti trading saham, video conference, dan gaming online.

  • Kabel Bawah Laut: Meskipun kabel melingkari benua, jarak tempuh fisik data jauh lebih pendek dan jalurnya lebih langsung daripada sinyal yang harus naik ke orbit lalu turun lagi. Waktu tunda (latensi) yang dihasilkan sangat rendah, seringkali hanya dalam hitungan milidetik.
  • Satelit: Jarak yang harus ditempuh sinyal ke satelit geostasioner menyebabkan latensi tinggi yang terasa.

🛠️ Apa Isi dari Kabel Raksasa Ini?

Kabel bawah laut bukanlah kawat tembaga biasa. Kabel tersebut adalah struktur kompleks yang dirancang untuk bertahan di lingkungan laut dalam yang keras selama puluhan tahun.

  • Inti: Terdiri dari serat optik murni—setipis rambut manusia—yang membawa sinyal cahaya.
  • Pelindung: Inti ini dibungkus oleh beberapa lapisan pelindung, termasuk pelindung baja, kawat tembaga (untuk menyalurkan daya listrik ke repeater), dan polietilen.
  • Repeater: Setiap beberapa puluh kilometer, kabel memiliki perangkat yang disebut repeater (penguat sinyal) yang bertenaga listrik. Fungsinya adalah untuk menangkap sinyal optik yang melemah dan menguatkannya kembali, memastikan data mencapai tujuan di seberang samudra tanpa hilang.

🌎 Dampak Global

Jaringan kabel ini adalah tulang punggung ekonomi digital dunia. Tanpa jaringan ini, komunikasi antarbenua yang instan—seperti mengirim email dari Asia ke Amerika atau menonton video di server Eropa—mustahil terjadi.

Pembangunan dan pemeliharaan kabel ini memerlukan investasi besar, seringkali melibatkan konsorsium perusahaan teknologi raksasa (seperti Google, Meta, dan penyedia telekomunikasi) untuk menghubungkan benua-benua, memastikan bahwa internet yang kita kenal tetap cepat dan lancar.

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play