menu Home chevron_right
Berita Sumut

Eks Kapolres Tapsel Akui Fasilitasi Pertemuan Kadis PUPR Sumut dan Pengusaha

Redaksi | 24 Januari 2026

Medan, StartNews – Mantan Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Yasir Ahmadi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Yasir mengaku menjadi perantara pertemuan antara Kadis PUPR nonaktif Topan Ginting dan pengusaha Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun.

Sidang yang digelar pada Jumat (23/1/2026), dilansir detik.com, menghadirkan Yasir untuk memberikan keterangan bagi terdakwa Topan Ginting dan Rasuli Siregar terkait keterlibatan sejumlah pihak dalam perkara tersebut.

Dalam kesaksiannya, Yasir menyebutkan pertemuan itu terjadi pada Mei 2025 di kantor Topan Ginting. Yasir mengaku menghubungi Topan atas permintaan Akhirun, Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Group (DNTG), yang ingin mengurus izin Galian C miliknya di wilayah Batangtoru.

“Pak Kirun datang ke rumah saya di Medan. Dia minta tolong dipertemukan dengan Pak Kadis yang saat itu juga menjabat Kadis ESDM, karena izin Galian C miliknya tidak terurus,” ungkap Yasir.

Dia menambahkan, dalam pertemuan tersebut sempat terjadi perdebatan antara Topan dan Akhirun terkait prosedur administrasi, yakni apakah uang reklamasi harus disetorkan terlebih dahulu atau izin yang dikeluarkan lebih dulu.

Ketika dikonfirmasi mengenai kedekatannya dengan sosok Akhirun, Yasir secara terbuka mengaku memiliki “utang budi” kepada pengusaha tersebut. Alasan utamanya adalah bantuan material dan alat berat yang sering diberikan Akhirun untuk menangani titik rawan di Batu Jomba, Tapsel.

“Saya berutang budi kepada Pak Kirun. Sebagai Kapolres, kami tidak sanggup menjaga jalan itu 24 jam. Setiap ada longsor atau material runtuh, beliau sering membantu memperbaikinya tanpa dibayar negara hingga sekarang,” tegas Yasir.

Meskipun memfasilitasinya, Yasir membantah adanya pembahasan mengenai proyek jalan yang kini menjadi objek kasus korupsi, terutama dalam pertemuan di Grand City Hall. Dia bersikeras fokus pembicaraan hanyalah seputar Galian C dan masalah personal lainnya.

“Sependengaran saya tidak ada bahas masalah jalan. Saat pertemuan berlangsung, saya sempat keluar ruangan, jadi memang tidak ada masalah itu (proyek jalan) yang dibahas,” katanya.

Selain bertemu dengan Topan dan Akhirun, Yasir juga mengaku pernah berjumpa dengan terdakwa Rasuli Siregar, tetapi mengklaim tidak melakukan komunikasi karena tidak mengenal sosok tersebut secara dekat.

Reporter: Dtk/Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play