menu Home chevron_right
Berita Sumut

Jembatan Layang Danau Siais Mendadak Jadi Magnet Wisata Tapanuli Selatan

Redaksi | 26 Januari 2026

Tapsel, StartNews – Selama ini, Danau Siais dikenal sebagai raksasa yang tenang di Sumatera Utara. Sebagai danau terbesar kedua di provinsi ini setelah Danau Toba, pesonanya memang tak terbantahkan. Namun, belakangan ini ada alasan baru mengapa masyarakat berbondong-bondong menuju Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Bukan sekadar air danau yang membiru, melainkan sebuah infrastruktur jalan yang mendadak viral: Jembatan Layang Danau Siais.

Jembatan yang memiliki panjang belasan meter ini sebenarnya dibangun pemerintah sebagai bagian dari ruas Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Tapanuli Selatan dengan Mandailing Natal (Madina). Namun, bagi warga sekitar dan pelancong, jembatan ini lebih dari sekadar jalur transportasi.

Dari atas aspal yang masih mulus ini, pengunjung disuguhi panorama Danau Siais dari sudut pandang yang berbeda—dari ketinggian. Garis pantai danau yang hijau bersentuhan langsung dengan jernihnya air, menciptakan komposisi visual yang sempurna untuk bidikan kamera ponsel.

“Pemandangan Danau Siais dari atas jembatan ini sangat bagus. Untuk berswafoto benar-benar mantap dan memukau,” ujar Julianto (48), seorang pengunjung asal Desa Perkebunan Angkola Sangkunur, dirilis ANTARA, Minggu (25/1/2026).

Fenomena ramainya jembatan layang ini tidak terjadi begitu saja. Ada pergeseran tren wisata di wilayah pantai barat Sumatera Utara. Akibat cuaca ekstrem yang memicu bencana banjir dan longsor di jalur menuju Pantai Sibolga, banyak warga yang akhirnya mencari alternatif wisata yang lebih aman, tetapi tetap memanjakan mata.

Danau Siais pun menjadi pilihan utama. Tak hanya sekadar berswafoto, banyak keluarga yang memanfaatkan momen akhir pekan untuk memancing atau sekadar menikmati udara segar di pinggiran danau.

Keriuhan ini membawa angin segar bagi ekonomi lokal. Sepanjang bahu jalan di sekitar jembatan, kini mulai terlihat geliat usaha mikro. Lapak-lapak makanan dan minuman milik warga lokal tumbuh subur, melayani dahaga dan lapar para pelancong.

“Kalau ramai begini, warga bisa berjualan. Lumayan membantu ekonomi keluarga,” tambah Julianto.

Meski kini menjadi primadona, keberadaan jembatan layang sebagai objek wisata dadakan ini membawa pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Keamanan pengunjung dan kelancaran arus lalu lintas di jalur lintas provinsi tersebut harus tetap menjadi prioritas utama.

Masyarakat berharap, antusiasme yang besar ini ditangkap oleh pemerintah dengan melakukan penataan kawasan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, Danau Siais bukan hanya akan dikenal karena luasnya, tapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Angkola Sangkunur melalui pariwisata yang tertata.

Kini, setiap akhir pekan, Jembatan Layang Danau Siais bukan lagi sekadar penghubung antar-kabupaten, melainkan saksi bisu bagaimana sebuah infrastruktur sederhana bisa mengubah wajah pariwisata daerah jika dipadukan dengan keindahan alam yang luar biasa.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play