menu Home chevron_right
Berita Sumut

Bobby Minta Bank Sumut Lebih Progresif Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Redaksi | 5 Februari 2026

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya Bank Sumut untuk tumbuh lebih progresif di bawah nakhoda kepemimpinan direktur utama yang baru. Langkah ini dinilai penting mengingat dinamika kondisi global saat ini menempatkan sektor keuangan sebagai salah satu fondasi utama stabilitas sebuah negara maupun daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat bertemu dengan jajaran direksi Bank Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (4/2/2026). Menurut dia, dorongan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang menempatkan sektor keuangan sebagai strategi utama menghadapi tantangan global.

Bobby Nasution menegaskan peran Bank Sumut harus diperkuat agar mampu menjadi pilar ekonomi yang tangguh di tingkat provinsi. Dia meminta adanya akselerasi nyata dalam performa bank milik daerah tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Sumatera Utara.

“Artinya sektor keuangan jadi tolok ukur pondasi negara. Kalau kita kecilkan skalanya, pondasi provinsi. Saya minta peran Bank Sumut dibuat lebih progresif lagi,” kata Bobby Nasution di hadapan para direksi.

Demi mencapai target tersebut, dia juga menginstruksikan agar manajemen Bank Sumut dijalankan secara ketat dan profesional. Dia memberikan perhatian khusus kepada Direktur Utama Bank Sumut yang baru, Heru Mardiansyah, agar melakukan konsolidasi internal secara cepat karena Heru merupakan sosok yang tumbuh dari internal bank itu sendiri.

“Program konsolidasi yang bapak susun, beri waktu enam bulan, jangan lama-lama, kalau tidak bisa dikonsolidasi gilas aja Pak. Apalagi bapak orang yang dilahirkan Bank Sumut, karena selama ini Dirutnya dari luar, bapak pasti lebih cinta dan paham betul dengan Bank Sumut,” ujar Bobby dengan tegas.

Menanggapi instruksi tersebut, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyatakan pihaknya telah menyiapkan peta jalan melalui program 100 hari kerja. Program ini mencakup fase diagnosis pada bulan pertama, disusul dengan eksekusi dan pencapaian target jangka pendek atau quick wins, hingga fokus pada digitalisasi di bulan ketiga.

Target utama dari transformasi ini meliputi perbaikan profil risiko, perluasan ekosistem bisnis, peningkatan kematangan digital, serta menekan angka kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Heru berkomitmen untuk menyatukan budaya kerja agar seluruh elemen Bank Sumut bergerak dalam satu visi yang sama tanpa ada sekat internal.

“Budaya Bank Sumut bisa bersatu, meng-create budaya kinerja, eksekusi dan berbasis hasil, kami tidak ingin Bank Sumut terkotak-kotak, kemudian transformasi budaya dan digital sehingga memberikan layanan maksimal seperti bank lainnya,” ucap Heru Mardiansyah menjelaskan langkah strategisnya.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi lainnya seperti Komisaris Utama Firsal Ferial Mutyara, Komisaris Independen Erlina, Direktur Kepatuhan Eksir, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi untuk memastikan Bank Sumut menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih modern dan akuntabel.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play