menu Home chevron_right
Berita Madina

Sanggar Tympanum Novem Rilis Film ‘Aksara Bermata’ untuk Dukung Warisan Budaya Mandailing

Redaksi | 8 Mei 2026

Sanggar Tympanum Novem memproduksi film Aksara Bermata berdurasi 30 menit sebagai upaya mendukung pengajuan Aksara Mandailing menjadi Warisan Budaya Tak Benda.

Panyabungan, StartNews – Sanggar Tympanum Novem menyelesaikan produksi film pendek berdurasi 30 menit berjudul “Aksara Bermata” sebagai langkah untuk mendukung pengajuan Aksara Mandailing sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Proyek sinematik ini hasil kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.

Penulis skenario film tersebut, Askolani Nasution, menjelaskan karya ini melampaui fungsi hiburan semata karena membawa misi pelestarian identitas lokal.

Menurut dia, kehadiran film ini menjadi media komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan intelektual masyarakat Mandailing kepada generasi muda dan dunia luar.

“Ini tidak sebatas film, tetapi bagian dari perjuangan bersama untuk memperkenalkan Mandailing lebih luas,” ujar Askolani, dirilis ANTARA, Jumat (8/5/2026).

Film yang disutradarai oleh Ali Fikri Pulungan ini mengisahkan perjalanan Olivia, seorang gadis Belanda yang diperankan oleh Jihan Zumi Aqila, dalam menelusuri akar sejarah keluarganya di tanah Mandailing.

Guna memperkuat sisi otentisitas dan keterlibatan komunitas, produksi ini melibatkan tenaga pendidik dari SDN 019 Bonandolok sebagai pemeran, serta didukung penuh oleh kru dan sineas lokal dari Sanggar Tympanum Novem yang telah berpengalaman dalam perfilman daerah sejak tahun 2011.

Keunikan lain dari “Aksara Bermata” terletak pada penggunaan empat bahasa sekaligus, yakni bahasa Mandailing, Indonesia, Inggris, dan Belanda. Tujuannya, memberikan nuansa historis yang kuat sekaligus mempersiapkan film tersebut untuk audiens internasional melalui penyertaan teks terjemahan bahasa Inggris.

Kehadiran film ini diharapkan menjadi dokumen pendukung yang kuat dalam proses pengusulan Aksara Mandailing kepada Kementerian Kebudayaan pada tahun mendatang.

Dengan dukungan penuh Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, karya ini diproyeksikan mampu mempercepat pengakuan formal atas warisan leluhur Mandailing di tingkat nasional.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play