menu Home chevron_right
Berita Sumut

Duka di Batangtoru, Satu Korban Longsor Tapsel Ditemukan Tewas

Redaksi | 19 Mei 2026

Fokus beralih ke pencarian Sariman Gulo (22) setelah sang ayah, Yasine Gulo, ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat memperbaiki saluran air di Batangtoru, Tapsel.

Tapsel, StartNews – Tim SAR gabungan kini memfokuskan kekuatan untuk menemukan Sariman Gulo (22), setelah sang ayah, Yasine Gulo (43), ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (19/5/2026).

Fokus operasi penyelamatan bergeser ke area sekitar runtuhan material tanah begitu jasad sang ayah berhasil dievakuasi dari bawah timbunan. Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang bersamaan saat berupaya menyelamatkan saluran air di belakang rumah mereka ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (18/5/2026) sore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel Idham Halid Pulungan menjelaskan, penemuan jasad Yasine menjadi penanda bahwa pencarian sang anak harus dipercepat mengingat kondisi medan yang rentan.

BACA JUGA: – Ibu dan Anak Hilang Tertimbun Longsor di Tapsel

“Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban lainnya, Sariman Gulo (22), anak Yasine, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” kata Idham Halid Pulungan.

Jenazah Yasine langsung dilarikan ke Puskesmas Batangtoru sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga yang sedang dirundung duka mendalam. Sementara di lokasi bencana, puluhan personel dari berbagai unsur terus berjibaku dengan waktu dan cuaca yang tidak menentu demi melacak keberadaan Sariman.

Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro mengatakan strategi pencarian saat ini dikombinasikan demi efisiensi waktu dan keamanan personel di lapangan.

“Pencarian dilakukan menggunakan alat berat dan peralatan manual bersama personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat,” ujar AKP Penggar M. Siboro.

Bencana ini bermula ketika wilayah Batangtoru diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin sore hingga malam hari. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, bapak dan anak tersebut awalnya hanya berniat ke belakang rumah untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat. Namun nahas, tebing di atas mereka runtuh sebelum keduanya sempat menyelamatkan diri.

Reporter: Lily Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play