Gandeng Mahasiswa STP Jakarta, Tapsel Bidik Kemandirian Bibit Ikan di Angkola Barat
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mendorong Pokdakan Angkola Barat melakukan pembibitan ikan mandiri agar tidak ketergantungan bantuan pemerintah.
Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu mendorong Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Masyarakat Angkola di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, untuk melakukan pembibitan mandiri agar tidak terus-menerus bergantung pada bantuan bibit dari pemerintah.
Langkah itu diperkuat dengan kehadiran mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta yang tengah Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lokasi tersebut guna mengedukasi warga mengenai standarisasi budidaya.
Melalui evaluasi Program Seribu Kolam pada Selasa (19/5/2026), pemerintah daerah ingin memastikan bantuan yang dikucurkan sejak akhir tahun lalu dapat bertransformasi menjadi industri perikanan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Gus Irawan mengatakan keberhasilan program ini pada masa depan diukur dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola siklus produksi secara swadaya, mulai dari penyediaan indukan hingga pemasaran.
“Program ini jangan berhenti sekali jalan. Harus berkesinambungan. Kalau perlu kita siapkan indukan sendiri agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan bibit,” kata Gus Irawan.
Selain fokus pada kemandirian bibit, dia juga memaparkan rencana integrasi lahan pertanian jagung dan program restocking ikan di sungai melalui sistem lubuk larangan guna mendongkrak sektor pariwisata lokal.
Untuk mendukung perluasan usaha ini, Pemkab Tapsel menyiapkan skema pembiayaan usaha produktif dengan bunga nol persen bagi para pembudidaya.
Gayung bersambut, Ketua Pokdakan Masyarakat Angkola Herman Harahap mengakui intervensi program yang mereka terima sejak Desember 2025 berupa 15.000 bibit ikan mas dan nila telah mengubah pola pikir warga menjadi lebih produktif. Kehadiran mahasiswa kedinasan perikanan di desa mereka juga membantu peternak memahami manajemen kolam yang lebih modern.
“Memang belum besar, tapi sekarang anggota sudah punya aktivitas produktif. Setidaknya setiap bulan ada hasil yang bisa dibawa pulang,” ungkap Herman.
Dukungan terhadap arah kemandirian ini juga datang dari tingkat provinsi. Anggota DPRD Sumatera Utara Rahmat Rayyan Nasution menyatakan kesiapannya mengawal anggaran intervensi infrastruktur penunjang perikanan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi agar replikasi kemandirian bibit ini bisa meluas ke kecamatan lain.
Reporter: Lily Lubis

Comments
This post currently has no comments.