menu Home chevron_right
Berita Madina

Efisiensi Anggaran Hambat Penuntasan 40 Desa Buta Sinyal Internet di Madina

Redaksi | 26 Mei 2026

Bupati Madina H. Saipullah Nasution blak-blakan mengungkap kendala efisiensi anggaran yang menghambat penuntasan 40 desa buta sinyal (blankspot) internet di kabupaten ini.

Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran menjadi faktor yang memperlambat program pengentasan wilayah buta sinyal atau blankspot internet di kabupaten ini. Saat ini tercatat sekitar 40 dari 404 desa dan kelurahan di Madina yang belum tersentuh akses internet.

Meski menghadapi kendala pemangkasan dan efisiensi anggaran, Saipullah mengatakan penyediaan infrastruktur digital tetap menjadi target yang harus diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir.

“Ini menjadi salah satu prioritas kami, bagaimana ketika masa jabatan saya selesai, seluruh desa/kelurahan sudah bisa mengakses internet. Tapi, saat ini kendalanya ada efisiensi yang membuat program berjalan lambat,” ujar Saipullah.

Dia mengungkapkan hal itu saat didaulat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) di STAIN Madina, Panyabungan, Senin (25/5/2026).

Di tengah keterbatasan infrastruktur fisik itu, Saipullah memanfaatkan modal manusia melalui jalur akademis. Dia menantang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina untuk mengambil peran sebagai agen literasi digital, khususnya bagi para pedagang lokal di Pasar Baru yang omzetnya mulai tergerus akibat belum melek teknologi marketplace.

Dia berharap strategi itu dapat berjalan beriringan saat mahasiswa melaksanakan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke desa-desa.

Menurut Saipullah, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar ketiadaan sinyal, melainkan ketidakpahaman dan ketidakmauan masyarakat serta pedagang tradisional untuk beralih ke ekosistem digital. Dia menilai kesenjangan kompetensi digital ini memperparah ketertinggalan ekonomi daerah pada era transformasi sosial.

“Mau tidak mau kita harus memberikan pelatihan kepada pedagang-pedagang yang ada di Pasar Baru itu untuk memanfaatkan marketplace, tempat-tempat perdagangan di dunia maya,” kata Saipullah.

Seminar nasional yang mengusung tema “Media, Mahasiswa, dan Transformasi Sosial di Era Digital” ini tidak hanya menghadirkan Bupati Madina sebagai pembicara. Acara itu juga diisi oleh paparan dari Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Madina Muhammad Syail Lubis serta Sekretaris PWI Madina Edi Djunaedi, yang bersama-sama mengulas peta jalan digitalisasi dan tantangan penyebaran hoaks di wilayah Madina.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play