Polisi Selidiki Dugaan Tangki Siluman dalam Insiden Kebakaran Minibus di SPBU Saba Purba
Satreskrim Polres Madina menyelidiki dugaan penggunaan tangki modifikasi dan mesin pompa rakitan dalam insiden terbakarnya minibus Isuzu Carry di SPBU Saba Purba.
Panyabungan, StartNews – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal (Madina) masih menyelidiki insiden terbakarnya satu unit minibus Isuzu Carry di area SPBU Saba Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Madina, yang diduga praktik manipulasi pembelian BBM ilegal.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB itu kini menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengungkap keberadaan tangki modifikasi atau tangki siluman yang disembunyikan di dalam kabin kendaraan.
Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan mengatakan pihaknya telah mengambil alih penanganan perkara ini untuk memastikan penyebab munculnya api yang menghanguskan kendaraan tersebut.
BACA JUGA:
- VIDEO: Detik-detik Mobil Carry Diduga Tangki Siluman Terbakar di SPBU Saba Purba
- Kesaksian Petugas SPBU Saba Purba Terkait Kebakaran Mobil Tangki Siluman Saat Isi BBM
Hingga saat ini, kata dia, tim penyidik masih mengumpulkan keterangan berbagai pihak guna memperjelas kronologi dan unsur kelalaian maupun tindak pidana yang mungkin terjadi.
“Perkara ini ditangani oleh Polres, saat ini masih tahap penyelidikan. Masih kita dalami melalui pemeriksaan saksi-saksi di sekitar TKP,” ujar AKP Tri Boy Alvin Siahaan, Selasa (9/6/2026).

Petugas SPBU Tano Ponggol Saba Purba membersihkan area tumpahan BBM. (FOTO: ISTIMEWA)
Lulusan Akpol 2016 itu memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, fokus penyelidikan kini mengarah pada prosedur pengisian BBM yang diduga menyalahi aturan keselamatan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, kata dia, api muncul secara tiba-tiba saat nosel SPBU sedang menyalurkan BBM senilai Rp300.000 ke dalam tangki kendaraan yang berada dalam posisi mesin tetap menyala.
Petugas SPBU Saba Purba, Irsan Batubara, mengungkapkan situasi di lokasi berubah mencekam dalam hitungan detik ketika terdengar letupan keras dari arah kendaraan. Di menyebutkan upaya pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak membuahkan hasil, karena intensitas api yang menyambar dengan cepat.
“Mesinnya hidup. Baru, bup suaranya, langsung meletup. Pas kami bawa tadi APAR untuk pemadaman, tidak mempan APAR-nya,” ungkap Irsan.
Kecurigaan mengenai adanya praktik penimbunan BBM menguat lantaran pengemudi mobil tersebut menutup rapat seluruh kaca jendela selama proses pengisian berlangsung.
Irsan menduga ada perangkat tambahan di dalam bagasi yang tidak terlihat oleh petugas, karena akses pandangan ke dalam kabin sengaja dihalangi oleh pemilik kendaraan yang diketahui merupakan warga Kotanopan tersebut.
“Tangki standar memang, cuma kami tidak tahu di dalam bagasi ada apa. Karena dia langsung mengisi, tutup semua kacanya. Kami tidak tahu di dalam bagasinya diisi apa, kami tidak memeriksa. Tapi seperti ada suara mesin tadi,” beber Irsan terkait adanya suara asing mirip mesin pompa rakitan dari dalam mobil sesaat sebelum ledakan terjadi.
Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa letupan dipicu oleh korsleting pada alat pompa rakitan di dalam kabin yang terhubung dengan tangki modifikasi.
Kesaksian mengenai suara mesin pompa ini menjadi petunjuk bagi Satuan Reskrim Polres Madina untuk mengusut lebih jauh jaringan manipulasi distribusi BBM yang membahayakan keselamatan publik di Madina.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.