Bupati Madina Tantang Cipayung Plus Berikan Kritik Konstruktif demi Pembangunan
Bupati Madina H. Saipullah Nasution menantang kelompok mahasiswa Cipayung Plus untuk memberikan kritik dan usulan konstruktif guna mempercepat pembangunan daerah dalam dialog ilmiah di Panyabungan.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menantang kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus agar tidak sekadar mengawasi, melainkan aktif memberikan usulan dan kritik konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah.
Saipullah menegaskan hal itu saat membuka ruang dialog bertajuk “Diskusi Ilmiah tentang Percepatan Pembangunan Daerah” bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Rabu (10/6/2026).
Dialog itu merupakan strategi proaktif Pemkab Madina untuk menyajikan transparansi capaian kerja tahun 2025 serta program kerja tahun 2026, sekaligus memotong rantai misinformasi yang kerap berkembang di tengah masyarakat.
Melalui forum itu, Saipullah memaparkan sejumlah isu penting secara mendetail, mulai dari progres penyelesaian Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penyediaan layanan bus shuttle kesehatan di Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, hingga strategi menjaga stabilitas harga karet demi kesejahteraan petani lokal.
Saipullah menegaskan jajaran pemerintah daerah sama sekali tidak alergi terhadap kritik, melainkan menganggap dinamika pemikiran mahasiswa sebagai energi penting bagi kemajuan Madina. Sebagai kelompok intelektual, kata dia, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang akurat antara pemerintah dan masyarakat luas.
“Kami berkomitmen terus membuka ruang diskusi dengan rekan-rekan mahasiswa. Kedepan kami akan upayakan pertemuan yang lebih santai dan cair agar diskusi kita semakin produktif,” ujar Saipullah di hadapan perwakilan mahasiswa.
Meski Pemkab Madina melayangkan undangan kepada seluruh elemen Cipayung Plus di Madina, dinamika kehadiran terlihat timpang dalam forum pemaparan data ini.
Diskusi terpantau hanya diikuti perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sementara sejumlah organisasi lain seperti IPNU, IPMA, GMNI, IMM, IPM, dan SEMMI berhalangan hadir karena benturan agenda internal masing-masing.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.