menu Home chevron_right
Berita Madina

Cegah Anak-anak Candu Gawai, TP PKK Madina Luncurkan ‘Ojo Pusing’

Redaksi | 9 Juli 2026

Panyabungan, StartNews — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Mandailing Natal (TP PKK Madina) Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution meluncurkan inovasi Ojek Online Perpustakaan Keliling yang diberi nama “Ojo Pusing” di Sopo Godang, Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Rabu (8/7/2026).

Gerakan berbasis komunitas ini sengaja dihadirkan sebagai strategi untuk merebut kembali waktu luang anak-anak dari ketergantungan pada gawai (gadget).

Melalui inovasi ini, TP PKK Madina mencoba mendekatkan buku ke ruang-ruang bermain anak, menjadikannya alternatif hiburan yang lebih sehat setelah jam sekolah.

Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa membaca tidak harus kaku dan membosankan, melainkan bisa diakses dengan santai di lingkungan sekitar rumah.

Ketua TP PKK Madina mengingatkan para orangtua dan anak-anak terhadap pentingnya membatasi waktu layar demi masa depan generasi muda.

“Saya mengajak anak-anak untuk sering membaca buku ketimbang bermain gawai. Kalau pulang sekolah, bermainlah ke Pojok Ojo Pusing untuk menambah wawasan,” kata Yupri Astuti di sela-sela interaksinya dengan anak-anak.

Dia juga mengatakan membaca merupakan kunci membuka cakrawala berpikir generasi muda yang saat ini banyak terdistraksi oleh dunia digital.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Madina Faisal Situmorang menantang anak-anak untuk memanfaatkan fasilitas ini secara produktif selama masa liburan sekolah melalui kompetisi menulis jurnal aktivitas.

“Nantinya anak-anak yang mengisi kegiatan selama liburan, tolong tuliskan kegiatannya, akan mendapatkan hadiah langsung dari saya setelah masuk sekolah,” ujar Faisal sebagai bentuk apresiasi untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan Madina Khairunnida mengungkapkan sisi psikologis di balik pemilihan nama yang unik tersebut. Nama “Ojo Pusing” diambil dari bahasa Jawa yang berarti jangan pusing, sebuah representasi penyelesaian masalah bagi anak-anak maupun orangtua yang jenuh dengan rutinitas rumah.

“Artinya jangan pusing. Tujuannya, daripada pusing di rumah lebih baik datang saja ke Pojok Baca Ojo Pusing untuk membaca,” tutur Khairunnida.

Dia juga berkomitmen untuk terus menyuplai kebutuhan literatur anak-anak jika koleksi di pojok baca berbasis komunitas tersebut mulai terbatas.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, “Ojo Pusing” diharapkan tidak hanya menjadi program musiman, melainkan gerakan kultural yang menciptakan ruang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak Madina di luar jam sekolah formal.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play