menu Home chevron_right
Berita Sumut

Tapsel Jadi Laboratorium Kepemimpinan Adaptif Bencana PKN II 2026

Redaksi | 22 Juli 2026

Tapsel, StartNews – Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dipilih menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 sebagai laboratorium kepemimpinan adaptif dalam percepatan pemulihan ekonomi serta tata kelola pascabencana.

Pemilihan Tapsel sebagai fokus kajian ditegaskan dalam pembukaan kegiatan visitasi yang dihadiri 49 peserta PKN di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Selasa (21/7/2026).

Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara Dr. Agustinus Panjaitan mengatakan Tapsel menunjukkan ketangguhan luar biasa pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

“Kami melihat Tapanuli Selatan tidak terpuruk. Sebaliknya, daerah ini menunjukkan gerak cepat, ketangguhan, dan kepemimpinan yang adaptif,” kata Agustinus.

Dia mengatakan 49 peserta yang hadir akan mendalami praktik tata kelola di empat instansi utama, yakni Bappeda, BPBD, Dinas Sosial, serta Dinas PUPR Tapanuli Selatan. Kajian itu nantinya menghasilkan policy brief atau rekomendasi kebijakan strategis yang aplikatif bagi pemerintah daerah setempat.

Bencana yang melanda daerah itu sempat menekan laju pertumbuhan ekonomi Tapsel dari angka di atas 5 persen menjadi 2,49 persen pada triwulan terakhir tahun 2025, sebelum perlahan merangkak naik ke angka 3,49 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Selain itu, lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian warga dilaporkan mengalami gagal panen.

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan data yang tervalidasi untuk mempercepat masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang dirancang berjalan selama tiga tahun.

“Kita kroyok bersama untuk menangani bencana. Kata kuncinya adalah kecepatan, terutama dalam menyiapkan data yang terverifikasi dan tervalidasi. Karena sekarang semua berbasis data dan evidence based. Dengan data yang kuat, kita dapat mengambil keputusan dengan cepat dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menyambut baik kehadiran para peserta PKN II dan berharap rekomendasi ilmiah yang dihasilkan dapat memacu percepatan pemulihan di Tapanuli Selatan. Menurutnya, seorang pemimpin di masa krisis dituntut untuk tidak sekadar memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga harus visioner, menjadi motivator, serta memberi teladan nyata bagi masyarakat.

Reporter: Lily Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play