Ultimatum Brigade Pangan Siabu, Bupati Madina Sebut Alat Rusak Tanpa Perawatan adalah Dosa
Enam brigade pangan di Siabu menterima 34 alsintan dari Kementan. Bupati Madina mengultimatum soal perawatan dan transparansi pengelolaan.
Siabu, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menerima bantuan 34 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Medan untuk enam brigade pangan di Kecamatan Siabu. Penyerahan bantuan ini dirangkai dengan kegiatan Tanam Serentak Pertanian Modern di Desa Hutaraja, Kamis (5/11/2026).
Bupati Madina H. Saipullah Nasution menegaskan pentingnya perawatan berkala terhadap seluruh alsintan yang diserahkan, yang meliputi enam unit traktor roda empat, enam unit crawler, dan 22 unit pompa air.
Saipullah memperingatkan agar para pengelola tidak mengabaikan pemeliharaan alat penunjang produksi tersebut demi menjaga usia pakai dan kepentingan bersama.
“Alat rusak karena tidak dirawat itu dosa terhadap petani,” ujar Saipullah usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan brigade pangan.
Dia juga menekankan agar pengelolaan administrasi dan operasional alsintan dilakukan secara transparan dan akuntabel demi mencegah konflik di tingkat petani. Pengelolaan keuangan dari hasil sewa alat harus diarahkan secara jelas untuk pemeliharaan kas, pengadaan bahan bakar minyak, hingga biaya perbaikan rutin.
“Uang sewa alsintan harus jelas, untuk kas brigade, untuk beli BBM, untuk perbaikan. Jangan sampai jadi ribut,” tegasnya di hadapan para pengurus brigade dan petani setempat.
Kehadiran alsintan moderen ini diintegrasikan sebagai motor penggerak transformasi pertanian tradisional menuju sistem yang lebih produktif dan efisien.
Saipullah menargetkan enam brigade penerima, yakni Merah Putih Desa Huta Raja, Aek Kalombu Desa Simangambat, Tani Bersinar dan Tani Jaya Desa Bonan Dolok, Sri Tani Farm Desa Huraba I, serta Tangga Bersama Desa Tangga Bosi I, mampu menjadi pilot project percontohan bagi wilayah lainnya di Madina.
Sebagai bentuk pengawasan, Saipullah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mendampingi petani secara intensif dari masa olah tanah hingga musim panen tiba.
Bahkan, dia meminta laporan berkala setiap bulan guna memastikan produktivitas lahan benar-benar mencapai target swasembada pangan.
“Saya mau laporan tiap bulan, berapa hektare sudah ditanam, berapa yang sudah dipanen, berapa ton hasilnya. Kalau target sepuluh ton tidak tercapai, kita evaluasi bersama,” katanya.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.