menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Agen Travel Di Madina Nyaris Bangkrut

Roni Siregar | 14 Juni 2019

Foto : Salah satu Agen Travel di Panyabungan

Panyabungan, StArtNews – 7 Bulan sudah, harga tiket pesawat tidak karuan, para agen Travel Pesawat di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal nyaris bangkrut. Selama libur lebaran, tiket pesawat tak laku akibat mahalnya harga tiket dari maskapai.

Anwar Hadi salah seorang pemilik agen travel bernama Maharani Travel di Panyabungan mengaku, 7 bulan terakhir ini kondisi harga tiket tidak karuan, harga termurah saat ini dikisaran Rp.1,425.000 untuk rute penerbangan Padang-Jakarta.

Anwar Hadi memaparkan, “Saat ini harga termurah Rp. 1.425.000 penerbangan Padang- Jakarta. Namun apabila last minute (menit terahir) kita melakukan bokingan tiket, harga bisa mencapai 5.000.000 sampai Rp. 7.000.000 belum lagi bagasi. Kondisi ini yang membuat pelanggan tidak lagi memilih naik pesawat, mereka lebih memilih naik Bus”.

Kondisi ini sangat berpengaruh pada pendapatan travel. Terhitung dibandingkan tahun yang lewat, dikatakan Anwar Hadi lagi sekitar 60 persen penurunan penumpang terjadi akibat tidak mampu membeli tiket pesawat.

Dari data yang didapat ada sekitar 5 loket travel di Kota Panyabungan mengalami hal yang sama, mereka mengaku bingung menghadapi kondisi ketidak stabilan harga tiket pesawat, namun mereka tetap bertahan meski keuntungan yang didapat dari penjualan tiket hanya dari Fee (biaya) saja.

seperti diketahui bahwa ke 5 agen travel kerap melayani pelanggan yang hendak terbang dari rute penerbangan Padang menuju Jakarta. namun kondisi saat ini, loket resmi selalu sepi karena tidak adanya pelanggan. Saat ini pihak travel hanya mengandalkan tiket angkutan umum melayani Panyabungan-Padang untuk tetap bertahan.

 

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Written by Roni Siregar

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play