Akankah Rakyat Amerika Kembali Mengukir Sejarah Baru?

akankah-rakyat-amerika-kembali-mengukir-sejarah-baru

Hillary Clinton benar-benar membukukan sejarah. Dia menjadi perempuan pertama yang memenangi konvensi partai, untuk resmi dinyatakan sebagai calon Presiden Amerika Serikat. Sejarah baru kembali menunggunya, apabila dia dengan gemilang menjadi pemenang dalam pemilihan presiden. Mantan Menlu AS ini bakal menjadi presiden perempuan pertama dalam sejarah negara Paman Sam tersebut.

Sebelumnya Presiden Barrack Obama menciptakan sejarah baru, karena pertama kali menjadi orang nomor satu dari kalangan kulit hitam. Jadi, jika Hillary menang, maka ada dua sejarah yang berturut-turut dibukukan. Gaungnya tentu akan menggema kuat hingga seantero dunia, mengingat besarnya pengaruh AS dalam panggung politik, ekonomi dan sosial internasional.

Emansipasi perempuan memang sudah lama bergaung di AS. Kesempatan berkarier di berbagai profesi sudah terbuka. Pria dan wanita dinyatakan sudah sangat setara dan dijamin konstitusi. Politisi pun bertabur dari kaum Hawa. Namun baru kali ini seorang wanita menjadi capres dan berpeluang besar menjadi presiden terpilih.

Meski begitu, Indonesia yang masih tertinggal jauh dari Amerika, namun untuk urusan yang satu ini, masih lebih unggul. AS masih menunggu hasil pemilihan presiden yang digelar akhir tahun ini. Indonesia sudah lebih dulu memiliki Megawati sebagai presiden perempuan menggantikan Gus Dur, beberapa tahun lalu.

Istri mantan Presiden Bill Clinton ini berhadapan dengan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Pertarungan keduanya sudah berlangsung saat konvensi di masing-masing partai berlangsung. Mereka saling serang, baik di media massa, media sosial, maupun dalam pertemuan terbuka. Ini membuat makin panas suasana, sebelum kompetisi sebenarnya dalam Pilpres AS.

Dalam dua debat resmi di antara keduanya, tampak Hillary unggul dalam beberapa isu. Meski begitu, Trump tak bisa dianggap remeh begitu saja. Staminanya masih panjang, meski dalam jajak pendapat ketinggalan beberapa poin. Apalagi Hillary juga tak luput dari berbagai kelemahan, antara lain kasus perselingkuhan suaminya.

Pilpres kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Bagaimana pun, apa yang terjadi di sana, mendapat perhatian dunia internasional. Apalagi Donald Trump selalu memilih isu sensitif dan kontroversial. Bahkan belakangan, menyeret negara-negara lain seperti Rusia dalam wacana kampanyenya.

Trump memang sangat lihai memanfaatkan media. Latar belakangnya sebagai pemilik media memang membuatnya di atas angin dalam mengelola isu. Dia tahu betul tentang kekhawatiran rakyat AS akan ancaman terorisme dan krisis ekonomi. Itu sebabnya jualan Trump, laris manis di kalangan pendukungnya yang tak suka dengan imigran asing makin banyak di negerinya.

Menang kalah, merupakan konsekwensi dalam sebuah kompetisi. Apapun hasilnya, paling tidak, sejarah akan mencatat Hillary telah menginspirasi ratusan juta kaum perempuan. Di tengah dominasi pria di panggung politik, wanita layak diperhitungkan. Diharapkan bisa mendorong minat dan keberanian kaum Hawa di belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia.

Sumber            : hariansib.com

Editor              : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...