menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Areal Persawahan di Sekitar Sungai Batang Angkola Berubah Jadi Lautan Ribuan Hektar Padi Petani Gagal Panen

Ade | 9 Januari 2017

Areal Persawahan Masyarakat yang berubah menjadi lautan akibat meluapnya air sungai Batang Angkola.

Panyabungan.StArtNews-Ribuan hektar areal persawahan masyarakat yang berada di sekitar sungai batang angkola tepatnya di wilayah Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berubah menjadi lautan dalam beberapa hari terakhir ini.

Hal ini akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah itu sehingga debit air sungai batang angkola meningkat ditambah lagi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah menyempit sehingga air sungai masuk ke areal persawahan masyarakat dan merendam ribuan hektar areal persawahan masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Siabu Madina dan Kecamatan Tantom Tapsel berubah jadi lautan air.

Berdasarkan pantauan di beberapa wilayah di seputaran Kecamatan Siabu Madina dan Kecamatan Tantom Tapsel banjir kali ini lebih besar dari banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Akibat banjir tersebut banyak petani yang resah akibat bajir tersebut, karena masyarakat tidak dapat melakukan panen tanaman padi mereka padahal sudah waktunya untuk dipanen, sehingga masyarakat mengalami gagal panen.

“Padi saya yang sudah selesai disabit tidak bisa dirontok, karena areal persawahan saya berubah seperti lautan, sehingga akibat genangan air tersebut kita mengalami kerugian yang sangat besar,” ujar Abdurrahman salah seorang petani di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, senin (9/1).

Lebih lanjut disampaikan oleh Abdurrahman bahwa dia kwatir akibat padinya yang sudah selesai disabit tersebut dikwatirkan akan tumbuh karena telah direndam air sungai batang angkolah yang meluap hingga ke areal persawahannya.

“Saya kwatir bulir padi saya yang berada di onggokannya akan tumbuh dan membusuk karena sudah direndam oleh air, sudah beberapa hari ini,” keluhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh petani lainnya dimana dia mengatakan akibat genangan air yang masuk ke areal persawahan mereka mengakibatkan padi yang sudah selesai dirontok tidak bisa diangkut, karena jalan menuju tumpukan padinya sudah digenangi air.

“Air sungai batang angkola ini cukup cepat naiknya ke areal persawahan kami, dan ketinggian air mencapai 1-2 Meter, sehingga kita dari masyarakat petani mengalami kerugian yang cukup besar, untuk itu kita meminta kepada Pemerintah untuk dapat melakukan pengerukan aliran sungai sehingga apabila tejadi musim penghujan air sungai tidak meluap separah sekarang ini,” harap masyarakat petani.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan bahwa banjir yang terjadi kali ini lebih besar dari banjir-banjir yang terjadi selama ini, karena banjir kali ini sudah menjalar ke wilayah melanda morang, parmonangan, Kecamatan Tano Tombangan Tapsel.

“Selama ini memang sering tejadi banjir namun tidak separah kali ini, memang banjir kali ini sudah lain dari yang biasanya tejadi,” ujar warga petani.

Diris (50) salah seorang penangkap ikan di wilayah Kecamatan Siabu mengatakan bahwa banjir kali ini memang cukup besar lain dari yang biasanya, karena selama ini apabila terjadi banjir hanya sebentar saja, namun kali ini sudah melebih.

“Banjir kali ini sudah hampir sampai ke pemukiman warga di Desa Hutapuli Kecamatan Siabu Madina, sekarang ini hanya berkisar 300 meter lagi air sudah sampai ke permukiman warga, ini sangat jarang terjadi, bahkan saya belum pernah melihat air sungai batang angkola sebesar ini,” jelasnya.

Reporter : Z ray

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play