Arjun Minta Peringatan Hari Lahir Pancasila Tak Hanya Seremonial, tetapi…

Arjun Minta Peringatan Hari Lahir Pancasila Tak Hanya Seremonial, tetapi…

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Madina Akhmad Arjun Nasution.

Panyabungan, StartNews – Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Madina Akhmad Arjun Nasution meminta hari lahir Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi nilai-nilainya juga diamalkan agar terwujud masyarakat yang pancasilais.

“Seharusnya peringatannya bukan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi pengamalan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya masyarakat yang pancasilais. Maka, perlu kolaborasi dan sinergitas masyarakat untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan,” kata Arjun Nasution di sekretariat MPC Pemuda Pancasila, Jalan Willem Iskander, Sabapadang, Pidoli Dolok, Panyabungan, Madina, Selasa (1/6/2021).

Arjun menyebutkan nilai-nilai Pancasila telah disahkan sebagai dasar negara. Itu sebabnya, kata dia, seluruh rakyat Indonesia wajib memahami, mengamalkan, dan melestarikan nilai-nilai Pancasila.

Menurut dia, Pancasila merupakan nilai dasar dan puncak budaya bangsa sebagai hasil perenungan atau pemikiran yang sangat mendalam dari para pendiri bangsa, sehingga nilai tersebut diyakini sebagai jiwa dan kepribadian bangsa.

“Nilai Pancasila menjadi sangat fundamental dalam memberikan watak, kepribadian, dan identitas bangsa. Kewajiban kita menjadikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia melalui pengamalan yang lebih nyata,” tegas mantan anggota DPRD Madina ini.

Arjun menjelaskan Pemuda Pancasila yang dilahirkan oleh Jenderal Besar Dr. AH Nasution pada 1959 merupakan ormas penyokong utama kekuatan rakyat untuk mengamankan Pancasila dari rongrongan komunisme.

“Ideologi Pancasila adalah harga final yang tak bisa ditawar-tawar. Jangan sampai ada pihak-pihak yang berani mengobok-obok dan mengganti idiologi Pancasila dari dasar negara NKRI,” kata Arjun yang  didampingi Sekretaris MPC PP Madina Zainal Arifin.

Arjun mengungkapkan realitas di masyarakat menunjukkan nilai-nilai Pancasila mulai memudar. Indikatornya dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa yang melanggar nilai-nilai Pancasila seperti pembunuhan, perampokan, tawuran antar-pelajar, narkoba, perjudian, miras, pemerkosaan, korupsi, kolusi serta tindak kriminal dan pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di Indonesia.

“Bahkan, di Madina sendiri, pemimpinnya tidak mampu memberikan teladan dan tidak memiliki kecakapan yang mumpuni dalam manajemen pemerintahan berbasis kerakyatan. Bahkan, yang ada hanya sumpah dan sederet program yang sarat masalah,” jelas Arjun.

Dia menduga nilai-nilai Pancasila memudar karena pengaruh globalisasi. Akses yang mudah dan cepat terhadap informasi dari berbagai belahan dunia tanpa filter mengakibatkan generasi muda terkontaminasi budaya negatif yang merugikan, di antaranya tata cara berpakaian, norma kesopanan, adat istiadat, dan life style yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

“Generasi muda memiliki kecenderungan mengadopsi secara mentah-mentah tanpa menyaringnya, karena mengganggap budaya asing sebagai panutan yang keren. Hal ini mengakibatkan banyak  penyimpangan yang dilakukan generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila,” tutur Arjun.

Reporter: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi