menu Home chevron_right
Start News

Atas Kepedulian KNPI Madina, Anak Kembali Bertemu Orangtua Setelah Terpisah 15 Bulan

Ade | 20 April 2017

Panyabungan.StArtNews-Bertemu kembali dengan keluarga yang sudah lama terpisah tentu menjadi kebahagiaan yang tak terhingga. Dapat kembali berkumpul dan bercengkrama bersama akan semakin membuat suasana menjadi semakin hangat. Ya, perpisahan memang sebuah kepahitan yang mau tidak mau harus dijalani.

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Muddasir warga Desa Kampung Kede Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam yang kembali bertemu dengan keluarganya setelah terpisah selama 15 bulan. Jelas waktu tersebut bukanlah waktu yang sebentar.

Ia akhirnya bisa bertemu kembali dengan kedua orangtuanya melalui bantuan DPD KNPI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara dan Lembaga Adat Budaya Mandailing (LABM).

Muddasir dijemput kedua orangtuanya ke Panyabungan atas komunikasi pengurus LABM, KNPI Madina dengan KNPI Aceh melalui media sosial facebook, bahwa ada seorang anak yang terlantar di Kelurahan Kota Siantar berbahasa Aceh.

Atas kepedulian dan kesigapan pengurus KNPI Aceh menyebarluaskan informasi tersebut, akhirnya keberadaan orangtua Muddasir ditemukan. Dan benar, Afifuddin yang tak lain adalah ayah dari Muddasir langsung menjemput bersama keluarga, Rabu (19/4) malam.

Ketua KNPI Madina Onggara Lubis menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Kelurahan Kota Siantar, LABM dan KNPI Aceh atas kerjasamanya sehingga dapat mempertemukan kembali keluarga yang lama terpisah.

“Alhamdulilah berkat kerjasama antara masyarakat dan Harajaon Kota Siantar dengan DPD KNPI Satu Aceh bersama DPD KNPI Madina, adek kita ini yang berasal dari aceh timur yang sudah hilang dan dicari keluarga selama 15 bulan telah dipertemukan malam ini dengan kedua orang tuanya di sopo godang Kota Siantar, atas nama DPD Madina saya mengucapkan banyak terimakasih,” ungkap Onggara.

Pantauan StArtNews, kisah haru pun dituai siapa saja yang melihat. Pertemuannya sangat mengharukan dan penuh dengan linangan air mata kebahagiaan.

Reporter : Zein Nasution

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play