Atika Ibaratkan Madina sebagai Gadis yang Sudah Hilang Jomblonya, Ini Maksudnya

Atika Ibaratkan Madina sebagai Gadis yang Sudah Hilang Jomblonya, Ini Maksudnya

Panyabungan, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali mengungkapkan cita-cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurut Atika, opini WTP bukan semata-mata masalah gengsi, tetapi kemungkinan menjadi mata dari para aparat hukum untuk melihat Mandailing Natal.

“WTP bukan semata-mata gengsi. WTP ini kemungkinan menjadi mata dari para aparat hukum untuk melihat Mandailing Natal. Karena laporan kita rapi dan bersih, laporan kita wajar tanpa pengecualian,” kata Atika Azmi Utammi saat memberi arahan dalam apel gabungan Pemkab Madina di halaman Masjid Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (24/1/2022).

Dalam arahannya, Atika juga mengapresiasi kedisiplinan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madina, terutama dalam penyusunan laporan keuangan. Pasalnya, belakangan ini temuan BPK dalam laporan keuangan Pemkab Madina makin berkurang.

“Yang menggembirakan adalah kedisiplinan kita itu terjawab. Indikasinya, rendahnya temuan BPK. Itu saya apresiasi kinerja OPD,” ungkap wakil bupati yang mendalami ilmu finasial di UNSW Australia ini.

Meski demikian, Atika meminta jajaran Pemkab Madina tidak mudah berpuas diri dan terus meningkatkan kedisiplinan dalam membuat laporan keuangan yang bersih dan rapi. Sehingga, dalam pemeriksaan kedepannya, tidak ada lagi temuan BPK.

“Mari kita terus tekan temuan itu. Kedepan BPK ini akan turun kembali. Harapan saya koordinatif seluruh OPD, mulai dari kepala dinasnya sampai kepada staf untuk koordinasi. Karena tujuan kita adalah WTP,” tutur Atika.

Atika menilai pada usia 22 tahun, Kabupaten Madina sudah sewajarnya meraih opini WTP dari BPK. Bahkan, Atika mengibaratkan Kabupaten Madina sebagai gadis dewasa yang seharusnya sudah hilang jomblonya.

“Sudah 22 tahun. Kalau ibarat gadis, sudah hilang jomblonya. Jadi, WTP ini sudah perlu ada di Mandailing Natal sebagai tanda kedewasaan kita, sebagai ujung tombak dalam menjalankan pemerintahan,” katanya.

Atika juga mengungkapkan, ada dua goals (tujuan) yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bupati dan Wakil Bupati Madina, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelayanan yang berkualitas. “Jadi, bantu kami dalam meraih dua tujuan ini,” pungkas Atika.

Reporter: Dian Lukman

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...