menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita Sumut

Atika Ikut Pertemuan dengan Delegasi Belanda Terkait Pengembangan Hortikultura

Redaksi | 19 Juni 2025

Humbahas, StartNews – Wakil Bupati Mandailing (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution turut menghadiri pertemuan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dengan sejumlah delegasi Belanda terkait pengembangan tanaman hortikultura di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Rabu (18/6/ 2025).

Dalam pertemuan ini sejumlah hal dibahas, termasuk permintaan dukungan perusahaan-perusahaan di Belanda yang bergerak di bidang teknologi pengembangan bibit hortikultura dan penguatan pondasi pengetahuan melalui pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Direktur TSTH2 Prof. Sri Fatmawati menjelaskan kawasan ini terdiri dari beberapa area, termasuk riset dan pembibitan. Beberapa tumbuhan yang dikembangkan di sini adalah bunga telang, kemenyan, ubi ungu, bawang putih, kentang, dan kunyit.

“Kami juga mencoba mengolahnya menjadi produk turunan seperti keripik, serbuk, kosmetik, dan bioetanol,” katanya.

Sementara perwakilan delegasi Belanda mengaku telah mengunjungi tempat ini sekitar dua pekan lalu. “Dan hari ini saya hadir bersama puluhan delegasi lain yang merupakan perwakilan beberapa perusahaan dan franchise makanan,” katanya.

Mereka menilai riset seperti ini merupakan langkah luar biasa dalam pengembangan tanaman hortikultura. “Kemudian diimplementasikan dalam program food estate,” ujarnya.

Perwakilan Netherland Indonesian Center for Horticulture Excellence ini menerangkan saat ini ada beberapa jenis tanaman hortikultura yang menjadi primadona di Belanda dan memungkinkan bisa ditanam di Indonesia.

Luhut Binsar menyambut baik kehadiran para delegasi dari Belanda ini. Saat ini, kata, Indonesia fokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kawasan ini akan berubah dalam kurun waktu dua tahun kedepan.

“Kawasan ini bisa dijadikan sebagai tempat riset dan pengembangan teknologi herbal dan hortikultura dengan penekanan tidak ada kompetisi antar satu kawasan dengan kawasan lain,” sebutnya.

LBP juga menerangkan bahwa Indonesia telah lama mewacanakan penghentian ekspor bijih nikel karena ingin hilirisasi. Isu-isu pertambangan juga telah menjadi perhatian penting.

“Negara kami melihat saat ini penguatan sektor pertanian, termasuk hortikultura, perlu dilakukan. Negara ini bergerak cepat. Kami tidak hanya basa-basi, tapi bekerja dengan tepat,” tegasnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional ini menyebut Indonesia butuh dukungan teknologi dan pendidikan terkait pengembangan hortikultura dari Belanda.

Dalam kesempatan ini, Wabup Atika Azmi didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Madina Juli Hidayah.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play