menu Home chevron_right
Berita Sumut

Babi Hutan Ngamuk di Permukiman Padat Sergai, Satu Warga Luka Parah

Redaksi | 24 Juni 2026

Konflik ruang hidup picu babi hutan mengamuk di permukiman padat Serdang Bedagai. Satu warga luka parah saat melindungi keluarga dari sergangan satwa liar ini.

Sergai, StartNews – Seekor babi hutan jantan seberat 30 kilogram mendadak masuk kawasan padat penduduk di Dusun VIII, Desa Pekan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, dan melukai seorang warga yang berusaha melindungi keluarganya pada Selasa (23/6/2026) malam. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sebelum akhirnya hewan ini berhasil dilumpuhkan warga setempat.

Ketegangan bermula ketika babi hut aitu tiba-tiba muncul di jalan umum desa sekitar pukul 20.00 WIB. Kehadiran babi hutan yang tidak pernah terlihat sebelumnya di wilayah ini membuat warga berinisiatif menangkap menggunakan kayu broti.

Sayangnya, upaya pengepungan justru membuat hewan liar itu menjadi beringas dan kabur ke area permukiman hingga menerobos masuk ke dalam rumah Tatang Rizaldi (43).

Istri korban, Afrianti (33) mengatakan suaminya awalnya hanya berniat memeriksa suara gaduh yang terdengar dari luar rumah. Namun, begitu pintu depan dibuka, babi hutan langsung menerobos secara membabi buta dan mengacaukan isi rumah mereka.

“Babi itu ngamuk. Saat suamiku mencoba menyelamatkan kami, disitu babi itu menyeruduk kakinya hingga terluka, babi itu mati dipukuli warga,” ucap Afrianti.

Akibat serangan mendadak itu, Tatang luka robek serius di bagian betis kanan akibat serudukan taring babi hutan. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sergai untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara anak dan istrinya selamat tanpa luka meskipun sebagian besar perabotan rumah tangga mereka hancur berantakan.

Babi hutan itu akhirnya mati di dalam rumah korban setelah dihujam pukulan kayu oleh puluhan warga yang datang membantu.

Merespons peristiwa itu, Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Indra Syahputra, menduga hewan liar ini terpisah dari kelompoknya dan menyeberangi sungai karena wilayah hutan di seberang mulai mengalami degradasi atau penyusutan ruang hidup.

Kades mengimbau warga tetap waspada dan tidak bertindak gegabah jika kembali menemukan satwa liar yang masuk ke wilayah permukiman.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play