menu Home chevron_right
Berita Sumut

Bareskrim Polri Tinjau Perkebunan PT TBS, Selidiki Dugaan Penyebab Banjir Tapsel

Redaksi | 17 Desember 2025

Tapteng, StartNews – Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meninjau perkebunan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) di Kilometer 6, Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Selasa (16/12/2025).

Peninjauan itu dilakukan menyusul adanya tudingan yang menyebut PT TBS sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas bencana banjir yang melanda Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dilansir SIB.com, tim penyidik Bareskrim Polri yang terdiri dari lima orang terlihat mengenakan rompi hitam dan menggunakan tiga unit kendaraan dinas berpelat merah. Mereka didampingi personel Polres Tapsel, kepala Desa Anggoli, kepala Desa Simanosor, serta beberapa warga setempat.

Di lokasi, tim penyidik terlihat mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk mengambil sampel tanah di titik Kilometer 6,5 Desa Anggoli. Sampel tersebut akan digunakan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut terkait dugaan sumber kayu yang hanyut dan menyebabkan banjir di wilayah Sungai Garoga.

Aksi peninjauan ini mendapat tanggapan dari warga sekitar yang menilai tudingan terhadap PT TBS tidak beralasan secara geografis. Ama Lea Ndraha, seorang warga, menyebut posisi perkebunan PT TBS berada di sisi yang berbeda dengan aliran Sungai Garoga.

“Posisi perkebunan TBS berada di sebelah kiri yang berhilir ke Sungai Sibabangun. Di sisi lainnya ada perkebunan plasma masyarakat yang dibatasi bukit. Tidak mungkin ratusan kubik kayu dari sini bisa sampai ke Sungai Garoga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zega, warga Kilometer 4 Desa Anggoli. Dia mempertanyakan keterlibatan PT TBS, mengingat longsoran kayu seharusnya hanyut ke Sungai Sibabangun yang lokasinya lebih dekat. Menurut dia, sumber kayu di Garoga kemungkinan berasal dari wilayah Desa Muara dan Desa Sibiobio.

Kepala Desa Anggoli Oloan Pasaribu juga mempertanyakan dasar penetapan PT TBS sebagai sumber bencana. Dia meminta agar penyelidikan dilakukan secara objektif dan menyeluruh.

“Jangan sampai ada diskriminasi terhadap satu perusahaan hanya untuk mencari kambing hitam dalam penyelidikan ini,” tegas Oloan.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play