menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Bupati dan IDI Madina Sambangi Rumah Penderita Tuna Wicara dan Kelainan Iris Mata di Pangkat

Ade | 11 Desember 2017

Pangkat.StArtNews- Setelah diberitakan beberapa media terkait kondisi satu Keluarga yang mengalami kelainan iris mata yang berwarna biru dan mengalami tuna wicara di Desa Pangkat, Kecamatan Lembah Sorik Marapi , Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bupati Mandailing Natal Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, ketua PMI Mandailing Natal Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution serta Ketua IDI Mandailing Natal Dr. Syarifuddin,  beserta rombongan  pada minggu sore mengunjungi  rumah rumah keluarga Amrus yang menderita penyakit Heterochromia iridum dan Tuna Wicara.

Dalam kunjungannya Kepala Daerah Mandailung Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dan IDI itu  bertujuan untuk memeriksa kesehatan dan penyebab terjadinya kelainan yang diderita 4 orang saudara dan 3 cucu tersebut.

Dalam hasil pemeriksaan tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Mandailing Natal, Ketua IDI Mandailing Natal Dr. Syarifuddin,  mengatakan kehilangan pendengaran ini mengakibatkan tidak bisanya  berbicara. Untuk penataan pelaksanaannya harus dipastikan seberapa besar volume  pendengarannya.

Ada beberapa solusi kata Ketua IDI Mandailig Natal yakni apabila masih ada sedikit respon pendengarannya, maka bisa dibantu dengan alat bantu pendengaran dan besar kemungkinan kalau ini berhasil akan ada harapan bisa kembali berbicara, sementara terkait masalah warna bola mata yang kelihatan membiru pihaknya menyimpulkan bahwa penyebab Mata biru kemungkinan sebuah  pengumpulan gejala yang mengakibatkan mutasi Gen pada iris bola mata, pada mutasi Gen ini yang dibawa orang pertama yakni almarhum Awaludin dan sampai keempat orang anak dan tiga cucunya ,  dalam bahasa Jerman nama penyakit ini di sebutkan Oidensbuks Syndrom.

StArtNews yang juga ikut serta dalam rombongan menelusuri bahwa Amrus  adalah anak petama dari Almarhum Awaluddin. Amrus sendiri memiliki 2 anak yang juga menderita Tuna Wicara dan kelainan bola mata. Sementara itu Paiah adalah Adik kandung Amrus juga memiliki anak yang mengalami hal yang sama dari kakaknya Amrus.

Dua saudara Amrus yakni Suriah dan Muksin sampai yang masih melajang juga mengalami penderitaan yang sama dengan warna bolamata yang kebiruan dan menderita Tuna wicara.

Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dalam keterangannya pada wartawan mengatakan, diantara penyakit sarap mata dan sarap pendengaran akan dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Pemerintah kata Dahlan Hasan Nasution akan mempasilitasi keberangkatan dan proses pemeriksaan satu keluarga ini ke Rumah Sakit di Medan.

Bupati juga telah memerintahkan IDI Mandailing Natal untuk mendampingi keluarga korban nanti ke Medan sehingga proses pengobatan bisa berjalan lancar.

Selain memberikan pemeriksaan awal terhadap keluarga Almarhum Awaluddin, Bupati Mandailing Natal dan rombongan juga memberi bantuan Sembako dan mainan anak-anak buat Keluarga Almarhum Awaluddin dan cucu-cucunya.

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play