Cegah Keracunan MBG, Pemprov Sumut Perketat Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Medan, StartNews – Untuk mengantisipasi kejadian keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan memperkuat penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, Pemprov Sumut juga akan melakukan monitoring ketat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal menyebutkan SLHS menjadi syarat wajib bagi SPPG sebagai dapurnya program MBG saat ini. Oleh karena itu, Pemprov Sumut akan memperketat penerbitan sertifikat ini. Kemudian, Pemprov Sumut juga akan melakukan monitoring terhadap kedaluarsa, cara pengelolaan, kesehatan karyawan SPPG, packing, dan distribusi makanan dan minuman MBG.
“Untuk makanan dan minuman, kita akan melakukan uji sample saat masih di dapur dan setelah sampai ke penerima manfaat. Kita juga akan memonitor kesehatan yang bekerja. Mereka harus dipastikan tidak dalam keadaan sakit yang menular,” ujar Hamid.
Sampel yang diuji kemudian akan dikirim ke laboratorium kesehatan milik Kementerian Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pemprov Sumut. Pengujian ini juga akan menjadi indikator untuk penerbitan SLHS untuk SPPG.
“Kita akan kirim sampelnya kedua lab, lab milik Kemenkes di sini dan Labkesda kita sendiri. Kita ingin memastikan tidak ada bahan kimia, bakteri, atau virus berbahaya mengontaminasi makanan MBG,” kata Hamid.
Hamid Rijal membeberkan hal itu pada kegiatan temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (1/10/2025).
Pada kesempatan itu juga hadir Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut T. Agung Kurniawan dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik DIskominfo Sumut Harvina Zuhra.
Program MBG di Sumut sudah berjalan dengan penerima manfaat sebanyak 930 ribu orang, yang dilayani oleh 322 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Regional Sumut Agung Kurniawan mengatakan saat ini ada 322 SPPG di Sumut dengan target 1.742 unit. Sedangkan dari 322 unit SPPG, tenaga kerja yang diserap sekitar 10.000 orang dan akan terus bertambah.
“Akan terus bertambah karena target kita 1.742 unit, dan dari yang aktif saat ini penerima manfaat program ini sekitar 930.000 penerima manfaat. Jadi, untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, kita perlu kolaborasi, bersama-sama menyukseskan program ini,” kata Agung.
Penerima manfaat terdiri atas golongan peserta didik, yaitu pelajar mulai PAUD hingga SLTA dan golongan non-peserta didik, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.