menu Home chevron_right
Berita Sumut

Dana TKD Sumut Naik Jadi Rp6,3 Triliun, Difokuskan untuk Pemulihan Pasca-bencana

Redaksi | 6 Maret 2026

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kenaikan dana TKD 2026 menjadi Rp6,3 triliun. Dana ini akan mempercepat pemulihan pascabencana di 33 kabupaten/kota di Sumut.

Medan, StartNews –Wakil Gubernur Suamtera Utara (Sumut) Surya menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 dari semula Rp4,3 triliun menjadi Rp6,3 triliun. Kenaikan anggaran sebesar Rp2 triliun ini menjadi instrumen bagi percepatan rehabilitasi di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Berbeda dengan skema sebelumnya yang hanya menyasar daerah terdampak secara langsung, kebijakan terbaru ini memastikan seluruh 33 kabupaten/kota di Sumut mendapatkan alokasi untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Usai mengikuti sosialisasi virtual bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Kamis (5/3/2026), Surya mengatakan aspek fleksibilitas regulasi jauh lebih penting daripada sekadar angka. Menurut dia, birokrasi yang ringkas akan menentukan seberapa cepat bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

“Ya kalau sudah ada regulasinya, kita bisa segera menggunakan dana itu tanpa menunggu tahapan Perubahan APBD,” ujar Surya.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi dampak bencana. Mendagri Tito Karnavian menjelaskan perluasan penerima manfaat ini sengaja dilakukan untuk mempermudah eksekutif di tingkat daerah dalam mengeksekusi program pemulihan secara kolektif.

Mendagri menegaskan landasan hukum penggunaan dana ini sudah diperkuat melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026. Hal ini memberikan payung hukum bagi kepala daerah agar tidak ragu dalam mengalokasikan anggaran darurat.

“Saya berusaha untuk mempermudah rekan-rekan eksekutif kepala daerah,” tegas Tito Karnavian dalam arahannya kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengingatkan fokus saat ini adalah masa transisi dari darurat ke pemulihan. Salah satu target jangka pendek yang paling mendesak adalah memastikan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda saat perayaan Hari Raya Idulfitri mendatang.

Meskipun beberapa wilayah seperti Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah masih terkendala validasi data akibat banjir bandang susulan, BNPB berkomitmen memberikan dukungan penuh. Suharyanto menyebutkan bahwa bantuan logistik seperti sandang dan pangan masih bisa dikucurkan melalui Dana Siap Pakai (DSP) selama status darurat masih berlaku.

“Masa transisi darurat ke pemulihan ini, kepala daerah bisa mengajukan kebutuhan lain. Seperti sandang dan pangan, masih bisa kita dukung melalui dana siap pakai BNPB, tentu kondisinya harus darurat,” pungkas Suharyanto.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play