Di Lima Negara Ini, Idul Adha Dirayakan dengan Tradisi Unik

Tradisi hias hewan kurban di Turki (FOTO: Travellingyuk)

Jakarta, StartNews – Salah satu perayaan paling suci dalam agama Islam adalah Idul Adha. Perayaan tersebut selalu dinanti umat Muslim di seluruh unia untuk memperingati kepatuhan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT hingga rela mengorbankan segalanya.

Idul Adha adalah hari yang penuh dengan suka cita. Di seluruh dunia, cara-cara untuk merayakan Idul Adha bervariasi. Mengutip dari tempo.co, berikut lima tradisi unik perayaan Idul Adha dari berbagai negara:

Salty Eid dan Pasar Malam – Inggris

Islam merupakan agama terbesar kedua di Inggris. Melansir dari Time and Date, perayaan Idul Adha oleh umat muslim di Inggris seringkali dijuluki dengan istilah ‘Salty Eid’. Hal ini lantaran sebagian besar hidangan yang disajikan pada hari tersebut memiliki citarasa yang gurih.

Setelah penyembelihan hewan kurban, masjid ataupun kelompok-kelompok lain dapat mengatur agenda makan bersama. Hidangan yang populer adalah kebab, haleem, dan biryani. Sementara untuk penutup, biasanya disajikan hidangan manis seperti biskuit dan kue-kue seperti Turkish baklava. Perayaan Idul Adha kemudian diakhiri dengan mengunjungi pasar malam atau festival yang diadakan di beberapa kota.

Menghias Hewan Kurban – Turki

Perayaan Idul Adha di Turki dimulai dengan pelaksanaan salat, mengunjungi makam anggota keluarga, mendatangi tetangga, dilanjut penyembelihan hewan kurban dan makan bersama.

Di beberapa provinsi, hewan kurban akan dihias terlebih dahulu sebelum akhirnya disembelih. Hewan tersebut dimandikan sampai bersih, dicat dengan heena atau dipasangkan pita warna-warni. Proses penyembelihan dan pemotongan daging kurban dilakukan oleh ahli untuk kemudian dimasak dan disantap bersama keluarga atau tetangga terdekat.

Bazaar Idul Adha – Singapura

Menjelang Idul Adha, masyarakat Singapura akan mendirikan bazaar. Kawasan yang rutin dijadikan lokasi bazaar, yakni di Geylang Serai dan Kampong Glam. Pedagang di bazaar tersebut biasanya banyak menjual bumbu-bumbu dapur untuk memasak daging kurban dengan harga yang murah. Selain masyarakat lokal, bazaar juga sering didatangi oleh wisatawan asing.

Memandikan Hewan Kurban – Pakistan

Perayaan unik saat Idul Adha selanjutnya adalah tradisi memandikan hewan kurban di Pakistan. Sebelum disembelih, umat muslim di Pakistan ingin hewan kurban mereka bersih dan rapi. Mereka memperlakukan hewan kurban dengan hormat dan merasa senang melihatnya bahagia.

Tempat-tempat pencucian kendaraan biasanya akan berubah menjadi tempat pemandian hewan kurban menjelang Idul Adha. Dilansir dari Reuters, biaya memandikan hewan kurban dibanderol 200 hingga 300 rupee Pakistan atau setara dengan Rp40-60 ribu per pencucian

Memakai Baju Baru dan Berbagi Hadiah – Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab, membeli baju baru dan hadiah sudah menjadi aspek utama dalam perayaan Idul Adha. Hari libur biasanya berlangsung selama tiga hari dan para warganya akan berkumpul bersama keluarga.

Melansir dari laman Abu Dhabi Culture, para pria akan membeli Kandoora baru (baju tradisional berupa jubah panjang berwarna putih) atau mewarnai salah satu kandoora mereka yang sudah ada dengan minyak kenari dan kapulaga.

Para wanita juga akan memakai pakaian khusus Idul Adha, mengecat tangan mereka menggunakan heena, dan menata rambutnya dengan wewangian khusus. Anak-anak pun akan menerima hadiah kecil dan merayakannya dengan permaian tradisional, menyanyi, dan menari.

Sumber: tempo.co

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi