Di PBB, Saudi Tegaskan Ulama Syiah Dieksekusi Mati Sesuai Prosedur yang Adil

4MUSIK & INFORMASI SIANG Di hadapan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), otoritas Arab Saudi mempertahankan kebijakan mengeksekusi mati massal 47 narapidana termasuk ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqr al-Nimr. Saudi menegaskan para narapidana yang dieksekusi telah mengikuti proses persidangan yang adil.

“Kerajaan Arab Saudi menekankan bahwa seluruh orang-orang yang dinyatakan bersalah telah menjalani persidangan yang adil dan tidak memihak tanpa membedakan intelektual, rasial maupun afiliasi sektarian, dan putusan akhir persidangan terhadap mereka dicapai berdasarkan tindakan kriminal dan pelanggaran hukum mereka,” demikian pernyataan utusan Saudi untuk PBB seperti dilansir AFP, Selasa (5/1/2016).

Lebih lanjut, otoritas Saudi menyampaikan penyesalan mendalam atas pernyataan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon yang mengaku menyesalkan eksekusi mati massal oleh Saudi.

Otoritas Saudi memicu kecaman banyak pihak, terutama dari negara-negara Syiah atas eksekusi mati ulama Syiah Nimr bersama para aktivis Syiah lainnya dan juga puluhan narapidana yang disebut sebagai anggota Al-Qaeda pada Sabtu (2/1) lalu. Mereka semua dieksekusi mati setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme.

Ulama Nimr (56) sendiri dianggap sebagai tokoh penggerak di balik unjuk rasa antipemerintah di Saudi pada tahun 2011 lalu. Eksekusi mati Nimr ini memicu kemarahan besar Iran, yang diikuti dengan penyerangan kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheran.

Buntut dari penyerangan itu, otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Minggu (3/1) waktu setempat. Keputusan Saudi ini diikuti oleh sejumlah negara-negara aliansi Saudi, seperti Bahrain dan Sudan.

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi