Diduga Aliran Sesat, Pengajian di Desa Rumbio Diamuk Massa

Terlihat Camat Panyabungan Utara, Ridho Fahlevi Lubis saat mencoba berdialog dan mencoba menenangkan warga yang mengamuk dihalaman kantor camat Panyabungan Utara, Selasa (25/2).

Panyabungan Utara, StArtNews- Amukan massa tak terelakkan lagi setelah warga Desa Rumbio melihat guru mengaji yang diduga mengajarkan aliran sesat di halaman kantor Camat Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), selasa (25/2).

Warga juga sempat bertambah geram karena pengajian yang diduga aliran sesat tersebut melibatkan Kepala Desa Rumbio, Khoirul Anwar Hasibuan, S.IP.

Akibat keributan itu, mobil yang ditumpangi oleh guru pengajian tersebut rusak kena lemparan batu dari warga. Bahkan salah seorang di antara penumpang sampai terluka.

Anwar Sadat, salah satu tokoh masyarakat Desa Rumbio mengungkapkan masyarakat Desa Rumbio sudah memendam kemarahan cukup lama terkait pengajian yang diduga aliran sesat tersebut. Pengajian ini sudah berjalan dari lima tahun yang lalu.

“Masyarakat Desa Rumbio selama ini sudah dibodoh-bodohi oleh aliran sesat ini. Kepala Desa Rumbio, Khoirul Anwar Hasibuan juga malah mengajak masyarakatnya ikut dalam aliran sesat toriqot ini,” ujarnya.

Anwar menjelaskan dalam pengajian Tarikat tersebut, salat tidak diwajibkan, pengikutnya dijamin masuk surga, ibadah haji tidak wajib dan di dalam rukun iman mereka; hari kiamat tidak ada.

“Di Desa Rumbio sudah ada belasan yang jadi pengikut mereka. Kepala Desa salah satu yang ikut di dalam aliran sesat ini. Dia bukan mengayomi masyarakatnya, malah mengajak kami ikut dalam pengajian aliran sesat tersebut,” paparnya.

Wakapolres Madina, Kompol Hamonangan Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Keributan ini sudah terjadi mulai Senin malam.

“Masyarakat Desa Rumbio telah membakar rumah pengajian itu dan hari ini masyarakat berkumpul di halaman kantor Camat Panyabungan Utara untuk menyampaikan tuntutan mereka agar Kepala Desa Rumbio dicopot dari jabatannya, dan seluruh pengurus pengajian agar meninggalkan Kabupaten Mandailing Natal,” terangnya.

Lanjut Hamonangan, unjuk rasa sempat ricuh. Emosi warga tak terelakkan saat melihat guru pengajian tersebut hadir di kantor camat. Warga melempari mobil yang ditumpangi oleh guru tersebut, akibatnya mobil itu rusak dan kacanya pecah.

“Satu orang penumpang mobil mengalami luka di bagian kepala dan tangannya akibat terkena pecahan kaca mobil,” terangnya.

Masyarakat akhirnya bisa ditenangkan setelah tuntutan mereka diakomodir oleh Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution. Kabarnya, hari ini juga Bupati akan memberhentikan Kades Rumbio dan Pengurus aliran sesat akan segera meninggalkan Kabupaten Madina.

Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution saat dikonfirmasi wartawan mengatakan persoalan dugaan aliran sesat yang melibatkan Kepala Desa Rumbio, Bupati sudah menugaskan MUI, Kakan Kemenag Madina, dan Sekda Madina untuk mengecek kebenarannya.

Bupati menyampaikan perkara ini sudah diproses. Kalau kepala desa terlibat atau salah sesuai dengan fakta yang ada, akan dicari dasar hukumnya untuk mencopot kepala desa dari posisinya sesuai keinginan masyarakat.

Untuk masalah ini, Dahlan Hasan mengimbau masyarakat supaya tetap tenang dan tidak berbuat anarkis.

“Tadi juga sudah saya telepon masyarakat bahwa masalah ini sudah saya ambil alih. Jangan lagi ada yang ribut-ribut agar tidak tersandung hukum, bekerjalah sebagaimana mestinya agar masalah ini bisa tuntas secepatnya,” kata Bupati.

Reporter: Saima Putra

Editor: Hanapi Lubis

Masa mengamuk lempari mobil yang di tumpangi Guru pengajian yang di duga ajaran sesat

Keterangan foto : Terlihat Camat Panyabungan Selatan, Ridho Fahlevi Lubis saat mencoba berdialog dan mencoba menenangkan warga yang mengamuk dihalaman kantor camat Panyabungan Utara, Selasa (25/2).

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi