Donald Trump Larang Islam ke Amerika, Hanya Dijadikan Jualan Kampanye?

Donald Trump Larang Islam ke Amerika, Hanya Dijadikan Jualan Kampanye?

donald-trump-larang-islam-ke-amerika-hanya-dijadikan-jualan-kampanye

Rencana kontroversial Presiden AS terpilih Donald Trump untuk larangan total pada imigran Muslim, sepertinya hanya untuk jualan kampanye.

Hal itu untuk menarik simpati masyarakat yang mengalami “islamophobia” akibat sejumlah aksi teroris di Amerika dan Eropa..

Soalnya, sehari setelah Trump dinyatakan menang dalam perebutan Gedung Putih, pernyataan rasis Trump itu menghilang dari website resminya.

Dalam pernyataan itu, Trump menyerukan larangan total Muslim untuk memasuki Amerika Serikat.

Pernyataan itu diunggah pada Bulan Desember sehingga membuat Trump diserang habis-habisan oleh kelompok minoritas di negara itu.

Namun, gagasan itu ampuh untuk menarik pemilih kulit putih, terutama di Mildwest.

Trump mengatakan dalam website-nya: ‘Sampai kita dapat menentukan dan memahami masalah ini dan ancaman berbahaya, negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan oleh orang-orang yang hanya percaya pada Jihad, dan tidak memiliki rasa alasan atau menghormati kehidupan manusia.”

Reaksi bermunculan, termasuk dari Walikota London, Sadiq Khan, yang beragama Islam.

Trump tampaknya menyadari bahwa larangan total pada Muslim ini tidak praktis.

Hingga saat ini, hanya larangan muslim itu saja yang dihapus, sementara rencana untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko tetap ada dalam wesite tersebut.

Tidak sekadar menghapus rasisme Islam di website, Trump juga memperlihatkan keterbukaannya yang “hangat” terhadap sejumlah pemimpin negara Islam di dunia.

Bahkan, Perdana Menteri Inggris Theresa May termasuk kepala negara yang terakhir berbicara dengannya, setelah kepala negara lain, seperti Turki, Mesir, Arab Saudi, Australia, India dan Irlandia.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi adalah orang pertama yang berkomunikasi dengan Trump, demikian dilaporkan DailyMail.

Dalam pembicaraan telepon itu, Trump menyampaikan penghargaan yang setingi-tingginya terhadap Mesir.

Kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan, Trump juga menyatakan harapan hubungan baik ke dua negara.

Trump juga sudah berkomunikasi lewat telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.

Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan selamat terhadap Trump, namun belum ada keterangan resmi, apakah keduanya sudah berkomunikasi lewat telepon atau belum.

Sumber : tribun-medan.com

Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...