Hak Cipta @Redaksi

DPRD Madina Soroti Buruknya Kinerja Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah

Panyabungan, StArtNews – Anggota DPRD Mandailing Natal Bahri Efendi menilai carut marutnya sistem di Badang Pengelola Keuangan dan Aset Daerah memang sudah keterlaluan, jangankan Dinas dan Instansi, DPRD pun telat menerima gaji.

Hal ini diungkapkan Bahri Efendi disela-sela kesibukannya sebagai Anggota DPRD Mandailing Natal. dikatakannya, sistem keuangan di Madina perlu menjadi kajian Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution, karena memang Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah itu adalah Ruh nya Pemerintahan Mandailing Natal.

Seperti saat ini kata Anggota DPRD dari Partai PKPI, kabarnya Dinas dan Instansi kesulitan mencairkan anggaran, padahal tanpa anggaran, mereka tidak akan bisa menjalankan program kerja Pemerintah.

“Kalau server yang rusak itu menjadi alasan tidak logis, kalau alasan E-Budgeting dan E-Planning, kenapa Pemda memaksakan hal tersebut apabila SDM-nya belum siap,” papar Bahri Efendi.

Bahri berharap ada penyegaran di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Mandailing Natal, karena sangat sensitif. “Kalau masalah perbendaharaan ngutang ke rentenir karena anggaran tidak cair dari Badan Keuangan dan Aset Daerah, itu sudah tidak rahasia lagi, justru itu kita berharap sistem segera diperbaiki agar tidak menjadi pandangan buruk bagi publik,” tegasnya.

Seperti diketahui bahwa dua pekan terakhir sistem di keuangan amburadul, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah selalu beralasan bahwa server mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan pencairan anggaran bagi Dinas dan Instansi.

Tim Redaksi StArtNews

 

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...