menu Home chevron_right
Berita Sumut

Gubernur Sumut Instruksikan Bupati-Wali Kota Redam Panic Buying BBM di Masyarakat

Redaksi | 8 Maret 2026

Gubernur Sumut Bobby Nasution menginstruksikan bupati dan wali kota bergerak cepat mengedukasi warga guna menghentikan panic buying BBM yang memicu antrean panjang di SPBU.

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di provinsi ini untuk meredam keresahan warga terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Instruksi ini berkaitan dengan fenomena antrean panjang yang mulai mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir.

Bobby menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam memberikan edukasi masif guna mencegah tindakan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurut dia, situasi di lapangan sering diperburuk kekhawatiran masyarakat yang tidak berdasar. Padahal, pasokan BBM ke Sumatera Utara dipastikan masih dalam level yang aman.

Gubernur mengamati fenomena antrean panjang ini mayoritas terjadi di wilayah perkotaan akibat pola konsumsi yang mendadak berubah karena rasa khawatir. Dia menegaskan stabilitas daerah bergantung pada cara pemimpin lokal menenangkan warga dan memastikan distribusi tetap berjalan normal tanpa perlu ada aksi borong.

“Saya harap kepala daerah terus edukasi masyarakat, karena kalau saya perhatikan setelah saya mengunjungi beberapa kabupaten kota, panic buying cuma di kota-kota saja,” ujar Bobby Nasution dalam acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DPD Gerindra Sumut di Medan, Sabtu (7/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Bobby juga memberikan analogi sederhana mengenai ketahanan stok energi nasional untuk mematahkan isu kelangkaan. Dia mengibaratkan stok BBM seperti tangki kendaraan yang selalu diisi ulang secara terjadwal sebelum menyentuh titik kosong, sehingga masyarakat tidak perlu merasa terancam akan kehabisan bahan bakar.

“Jadi tidak perlu panik, selama ini kita tidak pernah kehabisan BBM walau tempat penyimpanan BBM kita hanya 25 hari karena sebelum habis sudah diisi,” tegas Bobby Nasution di hadapan unsur Forkopimda dan para kepala daerah yang hadir.

Melalui koordinasi yang erat antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, diharapkan tekanan pada SPBU dapat segera berkurang. Bobby mengingatkan kepanikan massa hanya akan merugikan ekonomi kerakyatan dan mengganggu kelancaran aktivitas publik yang saat ini sedang berjalan normal.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play