Gus AMI Sampaikan Pesan Ini dalam Kegiatan Selawat Nabi yang Diikuti DPC PKB Madina

Panyabungan, StArtNews – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Mandailing Natal (Madina) mengikuti kegiatan ‘Sholawat untuk Keselamatan Dunia’ yang digelar Majelis Pecinta Selawat Nabi (Majelis Pesona) secara daring dari Kantor DPC PKB Kabupaten Madina, Rabu (26/5/2021).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB itu disiarkan secara langsung (live) di Youtube DPP PKB dan PP Walisongo Bumi Shalawat Nariyah.

Di Kantor DPC PKB Madina, kegiatan selawat itu diikuti jajaran Dewan Syuro DPC PKB, di antaranya Ustad Hendri Nasution, Ustad Jamaluddin, dan para pengurus DPC PKB Mandailing Natal. Sayangnya, sejumlah aggota Fraksi PKB DPRD Madina  tidak menghadiri kegiatan keagamaan itu.

Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Ketua Umum PKB Gus AMI yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurut Faslah, acara itu dibutuhkan bangsa Indonesia yang saat ini dilanda sejumlah bencana. Begitu juga kondisi di negeri sahabat Pelastina yang masih digempur Israel.

“Kita manfaatkan momen ini untuk berdoa agar semuanya cepat berlalu,” ungkap anggota DPRD Madina periode 2004-2009 ini.

Sementara deklarator yang juga Ketua Umum Majelis Pecinta Selawat Nabi (Majelis Pesona) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI mendorong bangsa Indonesia untuk gencar melantunkan selawat agar berbagai bencana, terutama pandemi Covid-19, segera berakhir. Gus AMI mengatakan selawat merupakan sarana munajat kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera berakhir sesuai tuntunan Ahlussunnah Waljamaah. Menurut dia, selawat menjadi cara paling efektif untuk meminta pertolongan ketika tidak berdaya.

Itu sebabnya, Gus AMI mendorong bangsa Indonesia agar gencar melantunkan selawat nabi secara berjamaah. “Mari kita terus berselawat berjamaah di tempat kita masing-masing. Karena selawat adalah pintu dan cara yang paling efektif mengatasi keadaan ketidak-berdayaan kita,” kata Wakil Ketua DPR ini.

Menurut Gus AMI, seluruh ikhtiar demi memutus mata rantai Covid-19 telah dilaksanakan oleh pemerintahan, masyarakat, dan berbagai organisasi.  “Semua upaya sudah kita jalankan. Namun, semua itu hanyalah kewajiban dan kemampuan yang kita lakukan. Sepenuhnya adalah takdir Allah atas seluruh apa yang terjadi,” ujarnya.

 

Reporter : Ika Rodhiah

Editor : Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi