menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Harga Karet Anjlok Dua Minggu Terakhir

Ade | 12 Maret 2017

Kotanopan.StArtNews-Pasaran harga karet dua minggu terakhir di Pasar tradisional Kotanopan Kab. Mandailing Natal, anjlok di kisaran Rp. 9.500 -10.000. Harga ini turun sekitar Rp. 1.000-1500 di bandingkan dengan harga dua minggu lalu yang mencapai Rp. 11.000.
Mawardi Lubis, salah seorang pengumpul karet di Kotanopan yang di jumpai mengatakan, informasi yang diterimanya penyebab turunnya harga karet ini di tingkat pengumpul karena turunnya harga karet di Pasaran Internasional.
Turunnya harga karet ini otomatis membuat petani karet semakin kelimpungan. Pasalnya, di tengah harga kebutuhan pokok yang semakin naik,  justru harga karet di pasar tradisional justru semakin anjlok.
“Melihat naiknya harga karet dua minggu lalu yang mencapai Rp. 11.000 memang cukup menggembirakan bagi kita. Awalnya kita sudah yakin harga karet ini terus naik, namun kenyataannya tidak,” ujarnya Norma Anita, salah seorang petani karet di Kotanopan
Ditambahkannya, turunnya harga karet ini tentunya berdampak kepada daya beli masyarakat. Lihat saja, kondisi Pasar ini  masih sepi pembeli, sekarang saja sudah jam 12.00, pengunjung masih senyi.
Sedangkan Abdurrhman yang juga salah petani karet mengharapkan agar kiranya Pemerintah ikut berperan  mengontrol harga karet ini agar berpihak kepada petani.
” Di Mandailing Natal, utamanya di Kotanopan hampir 70 persen adalah petani karet. Jadi turunnya harga karet ini sangat berpengaruh kepada ekonomi warga. Semoga Pemerintah lebih arif melihat ini agar harga berpihak kepada petani. Peran Pemerintah untuk menaikkan harga karet sangat kita harapkan ,” ungkapnya.
Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play