Heboh, Dana Desa Pakantan Dolok Dibagi-bagi kepada Warga

Heboh, Dana Desa Pakantan Dolok Dibagi-bagi kepada Warga

Pakantan, StArtNewsDana Desa Pakantan Dolok Kecamatan Pakantan Kab. Mandailing Natal tahun 2018, diduga dibag-bagi oknum Kepala Desa kepada warga. Masing-masing warga mendapat Rp.1.000.000,-/ KK.

Modus yang dilakukan dengan menampung anggaran kegiatan pengembangan usaha ekonomi masyarakat, berupa belanja barang dan jasa untuk diberikan kepada masyarakat. Adapun bentuk barang dan jasa yang ditampung berupa pengadaan ternak kambing dengan nilai anggaran Rp.126.250.000,- Sedangkan  jumlah kambing yang  harus diadakan 101 ekor dengan  harga satu kambing Rp.1.250.000,-.

Namun pada prakteknya, bukannya kambing yang diberikan kepada masyarakat seharga Rp.1.250.000, tapi yang diberikan berupa bentuk uang tunai  sebesar Rp.1.000.000,-/KK.  Sedangkan kalau dilihat di Rancangan Anggaran Biaya (RAB) desa Pakantan Dolok, disitu tertulis pengadaan ternak kambing, bukan membagi-bagi duit kepada masyarakat.

Kemudian, seharusnya pembagian kambing  ini dilakukan kepada unit kerja yang telah dibentuk di desa itu, misalnya melalui kelompok tani. Bukan bagi-bagi duit kepada warga yang belum tentu nanti uang itu dibelikan masyarakat kepada kambing. Bukan itu saja, nilai satu ekor kambing seharusnnya Rp.1.250.000,- namun nyatanya yang dibagi Rp.1.000.000,-.

Hasil penelusuran StArNews dan wawancara dengan sejumlah warga yang tidak mau  disebutkan namanya, Selasa (1/1) mengatakan, uang sebesar Rp.1.000.000,- itu telah mereka terima satu minggu lalu. Mereka pun bingung uang itu mau dibelikan untuk apa. Kalau dibelikan ke kambing,  uangnya kurang. Mau pelihara kambing tanggung, karena hanya satu ekor per rumah tangga.

Dikatakan warga, untuk memenuhi SPJ, pihak desa menyuruh mereka berpoto bersama dengan kambing di depan rumah masing-masing. Sedangkan kambingnya dibawa oknum tertentu dan setelah itu kambingnya dipulangkan kembali. Jadi kambing itu dibawa hanya untuk sekedar berpoto ria bersama.

Kepala desa Pakantan Dolok, Ali Ibrahim  yang  dihubungi  di rumahnya tidak berada di tempat.  Saat dihubungi melalui telepon yang  mengangkat adalah isteri Kepala Desa. Saat SMS dikirim ingin konfirmasi, sampai berita ini dikirim ke redaksi belum ada jawaban dari Kepala desa.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...