Houthi Serang Arab Saudi, Pemerintah Indonesia Belum Larang Keberangkatan Jamaah Umrah
JAKARTA, StartNews – Pemerintah Indonesia belum menutup keran pemberangkatan jamaah umrah ke Arab Saudi di tengah konflik keamanan kawasan akibat serangan rudal kelompok Houthi. Kebijakan kontras ini diambil saat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mengimbau warganya menunda ibadah ke Tanah Suci demi keselamatan jiwa.
Otoritas penerbangan Arab Saudi menghentikan sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah rentetan serangan rudal pada Sabtu dan Minggu lalu merenggut belasan korban jiwa serta melukai ratusan orang.
Kendati demikian, Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menilai situasi di Makkah dan Madinah masih terkendali untuk disinggahi jamaah asal Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah belum mengeluarkan keputusan untuk melarang atau menunda perjalanan ibadah tersebut. Pemerintah hanya memberikan panduan taktis bagi jamaah untuk meminimalisasi risiko keamanan selama di perjalanan.
“Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk menghimbau atau melarang perjalanan ke Saudi Arabia,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (15/10/2026).
Dahnil mengatakan navigasi udara ke kota suci masih dibuka aman bagi maskapai penerbangan sipil. Oleh karena itu, pemerintah menyarankan skema perjalanan khusus tanpa transit di titik rawan konflik.
“Kemenlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah,” kata Dahnil.
Pemerintah Indonesia berharap agar eskalasi militer di Timur Tengah segera mereda tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah umat Islam. Penutupan fasilitas penerbangan di Riyadh sendiri dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu malam pekan ini guna proses verifikasi keamanan secara menyeluruh oleh otoritas setempat.
“Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri, jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak, apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci,” tandas Dahnil.
Sikap tenang Jakarta berbanding terbalik dengan ketegasan Kuala Lumpur dan Singapura. Majlis Ugama Islam Singapura bersama Kementerian Luar Negeri Singapura secara resmi menyetop sementara pemberangkatan jamaah umrah. Langkah serupa diambil Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan yang meminta warganya menunda seluruh perjalanan tidak mendesak ke Arab Saudi akibat ancaman serangan yang menyasar fasilitas publik penerbangan.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.