menu Home chevron_right
Berita Sumut

Ini Penyebab Jalinsum Gunung Tua-Psp Macet

Ade | 13 Februari 2016

 

indexSTART NEWS-Sudah empat hari Jalinsum Gunung Tua-Psp tepatnya di kawasan Hutan Nabundong mengalami macet. Hal ini diakibatkan truk trailer nopol BL 9508 N dengan muatan 30 ton semen terperosok. Separuh badan jalan ditutupi body truk, sehingga pengguna jalan kesulitan saat melintas sejak Minggu (7/2) lalu. Akibatnya, ratusan kendaraan antre hingga mencapai 5 km.

Salah seorang supir jurusan Gunung Tua-Aek Godang, Ahmadi Siregar mengatakan, truk trailer yang terperosok di Nabundong menjadi penyebab utama kemacetan.

“Tapi tidak semacet yang hari Minggu itulah,” kata Ahmadi seraya mengatakan, pihak kepolisian dan Dishub selalu siaga di lokasi untuk mengatur arus lalulintas agar macet tidak berkepanjangan.Sementara, supir truk trailer nopol BL 9508 N Saipul Anwar Purba menceritakan, tiba-tiba ia terperosok keluar beram jalan yang mengakibatkan truk yang dikemudikannya terpuruk.

Ia berharap jalinsum di Nabundong ke depannya menjadi prioritas pemerintah untuk membenahi badan jalan yang selalu membuat masalah bagi pengemudi kendaraan khususnya truk ukuran besar.“Jalinsum ini selain menikung, badan jalan juga miring. Sehingga truk yang lewat tidak bisa stabil dan jika salah pilih jalan, truk yang kita bawa langsung oleng,” terangnya.

Kadishub Paluta Ridwan Efendi Daulay SSTP membenarkan kemacetan yang terjadi di Jalinsum Gunung Tua-Psp. Kemacetan itu terjadi akibat truk trailer terperosok hingga body truk menutup separuh badan jalan.

Sejak truk terperosok Minggu (8/2) lalu, pihaknya bersama kepolisian masih siaga di lokasi untuk melakukan proses evakuasi serta mengatur arus lalulintas.

Terpisah, Kanit lantas Polsek Padang Bolak Ipda Harun Manurung SH juga mengatakan, pihaknya masih terus melakukan proses evakuasi terhadap mobil truk trailer yang terperosok itu.

Memang, satu truk sudah berhasil dievakuasi, tinggal satu lagi lah yang belum. Masih tetap kita upayakan. “Satu truk yang juga sempat terperosk sudah kita evakuasi. Arus lalin sudah kembali lancar. Tinggal satu lagi yang belum yaitu truk trailer itu,” pungkasnya.

SUMBER : Metro Tabagsel

 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play