INW Dorong APH Gencarkan Perang Lawan Mafia Narkoba di Madina

INW Dorong APH Gencarkan Perang Lawan Mafia Narkoba di Madina

Jakarta, StartNews – Direktur Indonesia Narcotic Watch (INW) Budi Tanjung mendorong aparat penegak hukum lebih gencar berperang melawan mafia narkoba di Mandailing Natal (Madina). Budi menyampaikan hal ini menanggapi keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan dan memusnahkan 1,5 hektare ladang ganja di Desa Raorao Dolok, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Rabu (7/6/2023).

Budi menilai pemusnahan 12 ribu batang pohon ganja itu setidaknya dapat mengurangi pasokan daun memabukkan itu di pasar gelap narkotika di Indonesia. “Apalagi ganja dari daerah Mandailing Natal sudah terkenal kualitasnya,” kata Budi di Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Meskipun penemuan dan pemusnahan puluhan hektare ladang ganja di Madina, khususnya di kawasan Tor Sihite, sudah sering dilakukan, Budi tetap mendorong BNN, Polri, TNI, dan pemerintah daerah bersama masyarakat harus terus bahu-membahu memberangus keberadaan ladang ganja di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini.

“Jangan bosan menditeksi dan memusnahkan ladang ganja ini. Sebab, perang terhadap narkoba ini adalah perang semesta. Semua pihak harus proaktif terlibat,” kata Budi, yang juga jurnalis CNN Indonesia ini.

Selain memusnahkan sumber utama narkoba jenis ganja, Budi juga mendorong semua elemen, khususnya Polri dan pemerintah daerah, memberantas peredaran gelap narkoba di Madina.

Menurut dia, bisnis gelap narkoba termasuk bisnis yang menjanjikan keuntungan secara instan. Itu sebabnya, banyak orang yang tergiur menjalankan bisnis haram ini.

“Saking menguntungkannya bisnis narkoba ini, yang tergiur menjalankannya nggak cuma masyarakat biasa. Aparat kepolisian pun banyak yang terperangkap bisnis ini. Sudah banyak contoh kasusnya, bahkan ada jenderal yang terlibat bisnis haram ini,” papar Budi.

Dia juga mendorong pemerintah daerah berupaya maksimal dalam membuka lapangan kerja baru. Sebab, menurut dia, kalangan pengangguran paling rentan terperangkap bisnis narkoba.

“Secara kuantitas, para pelakunya cenderung orang-orang yang tidak punya pekerjaan tetap. Mulai dari bandar, pengedar hingga kurir,” ungkapnya.

Untuk itu, dia mengimbau semua stakeholder bergandeng tangan memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi muda Indonesia kedepannya.

Kawasan pegunungan di jejeran Bukit Barisan yang terdapat di Kabupaten Madina, sejak dulu hingga kini dimanfaatkan oleh jaringan pelaku kejahatan narkoba sebagai lahan subur penanaman pohon ganja. Ironisnya, hingga kini sulit bagi aparat terkait untuk membasmi.

Terkait hal itu, Budi Tanjung menilai, fakta tersebut sebagai salah satu indikator masih lemahnya upaya pengawasan dan pencegahan yang dilakukan kepolisian  serta BNN Kabupaten Madina.

“Jika dilihat dari tingginya intensitas penindakan serta luasnya lahan ganja yg kerap ditemukan, menandakan betapa sangat lemahnya pengawasan polisi dan BNN. Pada hal Polri dan BNN sudah memiliki jumlah personel dan peralatan  canggih yang dapat melakukan deteksi dini” kata Budi Tanjung.

Budi Tanjung mengatakan, maraknya peredaran narkoba dan masih banyaknya lahan ganja di kawasan pegunungan  Madina, juga tidak terlepas dari keberadaan oknum aparat penegak hukum yang disinyalir ikut melindungi.

“Saya mendorong seluruh aparat hukum di Madina untuk aktif melakukan pengawasan terhadap anggotanya yang ikut terlibat. Dan jangan ragu-ragu untuk menindak tegas setiap oknum anggota yang terbukti terlibat,” tegas Budi Tanjung.

Sebelumnya diberitakan, ladang ganja seluas 1,5 hektare ditemukan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Desa Raorao Dolok, Kecamatan Tambangan.

Total tanaman ganja yang berhasil ditemukan dan dimusnahkan mencapai 12 ribu batang dengan usia tanaman diperkirakan enam bulan dengan tinggi antara 100 hingga 150 sentimeter.

BNN bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) berhasil mengidentifikasi ladang ganja tersebut melalui pantauan pesawat terbang nirawak yang ditindaklanjuti proses penyelidikan oleh tim di lapangan.

Pemusnahan ladang ganja itu dipimpin oleh Kepala Koordinator Narkotika Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo.

Tanaman ganja siap panen tersebut berada di lereng dengan kemiringan jalur 45 hingga 80 derajat.

Berat total tanaman ganja yang berhasil dimusnahkan diperkirakan mencapai 6 ton dengan jarak kerapatan antar-tanaman berkisar 50 sentimeter.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...