menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Jalur Jalan Nasional Yang Terputus di Sabapasir , Siang ini Sudah Bisa di Lewati Kendaraan

Ade | 8 November 2018

Jalinsum di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal yang sempat terputus selama 16 jam , siang ini sudah bisa dilewati kendaraan kembali

Kota Nopan.StArtNews- Jalur tengah lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Sumatera Barat  tepatnya di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara siang ini sudah bisa dilewati kendaraan kembali , sebelumnya jalan tersebut sempat terputus sejak tadi malam karena badan jalan tergerus air sungai batang gadis sepanjang 70 meter.

Dikomandoi Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution, dan  dibantu warga sekitar, dua alat berat milik Pemerintah Daerah terus bekerja melakukan penimbunan badan jalan yang tergerus air sungai dan melebarkan jalan ke bagian kanan arah dari Panyabungan.

“ gerak cepat harus kita lakukan agar hubungan lalu lintas kembali normal, kita tidak mau menunggu nunggu, karena jalan ini merupakan jalan Nasional yang menghubungkan dua antar provinsi “ kata Drs. Dahlan Hasan Nasution.

Bupati Kabupaten Mandailing Natal Drs.Dahlan Hasan Nasution saat mengkordinir alat berat untuk penimbunan badan jalan Nasional yang tergerus air sungai batang gadis.

Meski jalan antar provinsi ini sudah terlewati kendaraan setelah sempat terputus selama 16 jam , dengan jalan sementara ini kita berharap arus lalu lintas kembali normal, dan kepada pemerintah Pusat dan provinsi untuk segera dilakukan perbaikan karena memang jalan tersebut sangat rawan kembali tergerus air sungai.

Sementara kepala Dinas perhubungan Kabupaten Mandailing Natal Hendra Edisaputra pada StArtNews mengatakan, bagi pengguna jalan yang dari Medan menuju padang atau sebaliknya, tentu harus tetap extra hati hati karena sejumlah titik longsor masih menimbun badan jalan Nasional di wilayah Tamiang Kota Nopan dan Kecamatan Muara Sipongi.

Sampai saat ini, Jalan Nasional ini semnetara belum bisa dilewati du dua wilayah tersebut karena material longsor masih menimbun badan jalan.

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play