Kades Huta Lombang Akui Jual Kayu ke PT PRA

Puncak Sorik Marapi, StArtNews-Kepala Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi sebelumnya diisukan menjual kayu ke PT Plumpung Raya Anugerah (PRA) yang berbasis di Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Ia disebutkan menjual kayu olahan hingga ber kali-kali.

Amatan StArtNews, dari hasil dokumntasi wartawan, kayu olahan yang dijual ke PT PRA berbetuk 4 persegi dengan panjang sekitar 3 meter.

Setelah dikonfirmasi, Kepala Desa Huta Lombang, Azhar Nasution mengaku benar telah menjual kayu olahan ke PT PRA. Namun, ia menegaskan kayu yang dijual adalah milik pribadi jenis kemiri yang ditebang sendiri sebanyak empat meter kubik.

Sementara untuk Sako penjualan kayu ke PT PRA dikeluarkan sendiri olehnya karena ia juga menjabat kepala desa di daerah tersebut.

“Memeng benar saya menjual kayu ke PT PRA sebanyak 4 meter kubik jenis kayu kemiri, milik saya sendiri, ditanam ditebang sendiri. Kalau itu wewenang bapak,inilah laporan saya pemilik kayu dan kebun saya sendiri dan sakonya pun hanya surat kepala desa, demikian dan terima kasih pak semoga bapak maklum,” katanya melalui keterangan tertulisnya, ketika dihubungi StArtNews.

Kemudian ia menjelaskan, penjualan kayu tersebut ke PT PRA, berlangsung pada tahun 2020 silam. Namun, ia enggan berkomentar terlalu jauh terkait hubungannya ke perusahaan dalam penjualan kayu sampai beberapa kali.

Menurutnya, kayu yang ia jual ke PT PRA tersebut,merupakan pohon di lokasi perkebunan miliknya yang tumbang akibat angin.

“Ini untuk apa, ni, Pak? Laporan ini sama bapak saya jual pun batang kemiri saya karena tumbang dibuat angin, saya bukan illegal logging kalau itu tujuan bapak sudah terlalu peribadi itu pertanyaan bapak,” katanya.

Ia kemudian menyarankan wartawan agar datang kerumahnya untuk mendapat fakta aktual dan melihat langsung luas lahan perkebunan. Dari data yang di tangan Kades, kebun tersebut diduga masih kawasan hutan lindung.

Beralasan, dikasih tahu pun melalui aplikasi Watcap percuma wartawan yang menanyakan hal itu, bakalan tidak tahu dimana lokasinya.

Kades meminta wartawan secara langsung menemui dirinya untuk lokasi pasti kebun tersebut. Ia berdalih wartawan tak akan paham lokasinya jika hanya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

Azhar mengungkapkan kebun tersebut merupakan harta warisan dari kedua orang tuanya.

“Biar kita buat datanya berapa hektare (luas kebun yang kayunya dijual ke perusahaan-red), saya tidak bisa jelaskan melalui WA, saya bilang pun sama bapak tidak tau bapak di mana lokasinya, kalau perlu bapak musti tau warisan orangtua kami, datanglah biar disaksikan semua keluarga saya, surat warisan orang tua banyak di rumah kami,” kata Azhar.

Reporter: Hasmar Lubis
Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi