menu Home chevron_right
Berita Madina

Kades Lubuk Bondar Panjang Klarifikasi Soal Jalan Rusak: Kami Tak Tutup Mata

Redaksi | 4 Juni 2026

Kepala Desa Lubuk Bondar Panjang Irwansyah Lubis menegaskan pemerintah desa tidak pernah menutup mata terkait jalan rusak yang memicu kecelakaan warga, seraya mengungkapkan kendala keterbatasan Anggaran Dana Desa (ADD).

Batangnatal, StartNews – Kepala Desa Lubuk Bondar Panjang Irwansyah Lubis menegaskan pihaknya tidak pernah mengabaikan kondisi infrastruktur jalan yang rusak hingga mengakibatkan belasan warganya mengalami kecelakaan di Kecamatan Batangnatal.

Irwansyah menyampaikan pernyataan klarifikasi itu untuk merespons viralnya pemberitaan serta berbagai asumsi miring yang berkembang di media sosial belakangan ini.

Irwansyah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi sekaligus meluruskan bahwa perbaikan jalan sebenarnya selalu diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, realisasinya terbentur keterbatasan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD).

BACA JUGA: 

“Anggaran kita sangat terbatas dan harus dibagi untuk sektor prioritas lain sesuai regulasi pemerintah pusat, seperti BLT, ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga penyediaan sarana listrik bagi warga yang sebelumnya belum terjangkau PLN,” ujar Irwansyah, Kamis (4/6/2026).

Selain faktor anggaran, kata dia, kendala geografis berupa kontur tanah yang labil dan medan yang berat membuat biaya perbaikan jalan menjadi tinggi hingga melampaui kemampuan fiskal desa.

Meski menghadapi tantangan berat tersebut, Pemerintah Desa Lubuk Bondar Panjang tetap berupaya mengambil langkah dengan mengalokasikan perbaikan ruas jalan sepanjang 100 meter dalam APBDes Tahun 2026.

Mengenai insiden kecelakaan mobil pick-up yang membawa rombongan pelayat, Irwansyah menyampaikan dukacita mendalam dan memastikan pihaknya telah bergerak melakukan evakuasi serta menanggung biaya pengobatan korban di rumah sakit.

Pihak desa juga membangun koordinasi intensif dengan Kades Hatupangan, Kades Huta Lobu, serta pihak kecamatan untuk penanganan korban.

Sebagai mitigasi jangka pendek, masyarakat setempat telah bergotong-royong sejak Rabu lalu untuk memperbaiki titik jalan yang paling membahayakan.

Mengingat keterbatasan kewenangan dan anggaran di tingkat desa, Irwansyah berharap adanya intervensi dan dukungan konkret dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina), khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan DPRD setempat melalui alokasi APBD Kabupaten.

“Kami berharap ada sinergi dan kolaborasi nyata agar permasalahan jalan ini bisa dituntaskan secara permanen. Anggaran desa saja tidak akan cukup untuk menuntaskan medan seberat ini,” tegas Irwansyah.

Menutup klarifikasinya, Irwansyah mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan empati serta fokus pada aksi kemanusiaan dibanding saling menyalahkan. Dia meminta publik menggunakan hati nurani untuk membangun persaudaraan dan memohon doa tulus dari semua pihak demi kesembuhan para korban yang sedang dirawat.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play