Kado HUT ke-22 Madina, Sejumlah Elemen akan “Kepung” PT SMGP

Panyabungan, StArtNews-Dalam rangka memeriahkan HUT ke-22 Kab Madina pada Rabu (10/3) sejumlah elemen masyarakat berencana turun ke lapangan mengepung Kantor PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) dan Mapolres Madina.

Hal itu disampaikan koordinator aksi, Dedy Jackson Lubis dan Aswardi Nasution usai menggelar rapat finalisasi aksi demo di salah satu cafe di Panyabungan, Selasa (9/3).

“Kita merasa gerah melihat kondisi ini. Ada apa dengan pengoperasian kembali PT SMGP ini. Kita menilai izin Kementerian ESDM sarat masalah, dan produk premateur yang tidak populis serta telah melukai nurani rakyat,” katanya.

Setelah melewati berkali-kali diskusi yang diikuti sejumlah aktivis muda lintas organisasi disimpulkan kehadiran PT SMGP yang tidak profesional, arogan dan amatiran hanya mengeruk kekayaan Madina tanpa memberikan dampak positif secara signifikan.

“Kita akan menyuarakan kepada Kementerian ESDM agar memberi sanksi seberat-beratnya kepada PT SMGP atas kesalahan fatal praktik mal operasional yang menewaskan 5 orang warga dan 52 orang lainnya terpaksa dirawat secara intensif. PT SMGP harus segera tutup dan dicabut izinnya serta kita minta angkat kaki dari bumi Gordang Sambilan Mandailing Natal,” ujar Dedy yang juga Ketua AMPI ini.

Pemilihan waktu demo satu hari usai perayaan HUT ke-22 Madina, jelas Dedi, memang disengaja sebagai refleksi bagi seluruh elemen, termasuk pemerintah, bahwa pendirian Madina bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.

Dedy mengungkapkan, bahwa hari ini, Selasa (9/3) PT SMGP telah melakukan pelanggaran dengan membuka aktivitas lanjutan di Wellpad T dan menimbulkan korban.

Sesuai rilis yang diterima redaksi StArtNews, aksi demo ini sudah diketahui Kapolres Madina melalui surat Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Masyarakat yang ditujukan kepada penanggung jawab demo dari Kolasi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak Menggugat PT SMGP.

Rencananya, demo akan dilaksanakan siang hari dengan mengepung kantor PT SMGP di Purba Lamo untuk menyuarakan aspirasi penutupan PT SMGP dan Mapolres Madina untuk mempertanyakan proses hukum terkait kelalaian yang berujung hilangnya nyawa orang lain.

Untuk tetap pada koridor pencegahan Covid-19, massa yang ikut terpaksa dibatasi. Namun, jelas Dedy, aksi akan diwarnai orasi, bakar ban, puluhan poster dan pengeras suara.

Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Eksekutif Madina Institute, Al Hasan Nasution, S.Pd; Ketua DPD KNPI Kab Madina, Tan Gazali; Ketua PC GMPI, M. Irwansyah Lubis, SH; Ketua Basara Al Washliyah, Abdi Paruntungan, S.P; Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution; Ketua Presidium Almandily, Wahab Dalimunthe; Ketua PC JAM NU, Samsul Hidayat Borotan; Sekretaris PC GPK, Rizky Agustinhar; Sekretaris DPD KNPI, Khairil Amri dan sejumlah aktivis mahasiswa PMII dan organisasi pemuda lainnya.

Reporter/Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi